Mengapa Bahu Kanan Jamaah Laki-Laki Dibuka Saat Thawaf? Ini Makna, Dalil, dan Hukumnya
- byAdministrator
- 07 Agustus 2026
CERITABAITULLAH - Bagi jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umrah atau haji, mungkin pernah bertanya-tanya mengapa jamaah laki-laki membuka bahu kanan saat mengelilingi Ka'bah. Sekilas, cara memakai kain ihram tersebut terlihat berbeda dari biasanya. Padahal, hal itu bukan tanpa alasan.
Dalam syariat Islam, membuka bahu kanan saat thawaf merupakan salah satu sunnah yang disebut idhtiba' (الاضطباع). Sunnah ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika melaksanakan thawaf, sehingga hingga saat ini masih diamalkan oleh jutaan jamaah dari seluruh dunia. Lantas, apa sebenarnya makna idhtiba', kapan dilakukan, dan apakah semua jamaah harus melakukannya?
Apa Itu Idhtiba'?
Idhtiba' (الاضطباع) adalah cara mengenakan kain ihram dengan meletakkan salah satu ujung kain di bawah ketiak kanan, kemudian menyampirkannya ke atas bahu kiri sehingga bahu kanan tetap terbuka.
Cara memakai kain ihram ini hanya dilakukan oleh jamaah laki-laki pada waktu tertentu saat thawaf. Sementara itu, jamaah perempuan tetap menutup aurat sebagaimana ketentuan syariat.
Dalil Sunnah Membuka Bahu Kanan Saat Thawaf
Anjuran idhtiba' berasal dari sunnah Rasulullah SAW. Dari Ya'la bin Umayyah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ طَافَ مُضْطَبِعًا بِبُرْدٍ أَخْضَرَ
"Rasulullah SAW melakukan thawaf dalam keadaan idhtiba' dengan mengenakan kain berwarna hijau." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.)
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada para sahabat agar memperlihatkan kekuatan kaum Muslimin ketika memasuki Makkah pada Umrah Qadha.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat agar melakukan raml (berjalan cepat pada tiga putaran pertama) sehingga kaum musyrikin melihat bahwa kaum Muslimin tetap kuat meskipun sebelumnya sempat dikabarkan lemah karena demam Madinah. Dari sinilah sunnah raml dan idhtiba' dilakukan secara bersamaan ketika thawaf.
Mengapa Bahu Kanan Dibuka?
Pada masa Rasulullah SAW, kaum Quraisy menyebarkan kabar bahwa kaum Muslimin menjadi lemah setelah tinggal di Madinah.
Untuk membantah anggapan tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat melakukan thawaf dengan langkah yang gagah (raml) sambil membuka bahu kanan (idhtiba') sehingga menunjukkan kesiapan dan kekuatan mereka di hadapan kaum musyrikin.
Seiring berjalannya waktu, meskipun alasan historis tersebut telah berlalu, idhtiba' tetap menjadi sunnah yang terus diamalkan sebagai bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Apakah Idhtiba' Dilakukan Selama Memakai Ihram?
Banyak jamaah yang mengira bahu kanan harus tetap terbuka selama memakai ihram. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa idhtiba' hanya disunnahkan ketika melaksanakan thawaf, khususnya Thawaf Qudum bagi jamaah haji dan thawaf umrah.
Setelah thawaf selesai, jamaah dianjurkan kembali mengenakan kain ihram secara normal dengan menutup kedua bahu, terutama sebelum melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.
Siapa yang Dianjurkan Melakukan Idhtiba'?
Idhtiba' hanya disunnahkan bagi:
- Jamaah laki-laki.
- Jamaah yang sedang melaksanakan thawaf umrah atau thawaf qudum.
- Jamaah yang memakai pakaian ihram.
Sedangkan jamaah perempuan tidak disyariatkan melakukan idhtiba'. Mereka tetap mengenakan pakaian yang menutup aurat sebagaimana ketentuan syariat.
Hikmah Membuka Bahu Kanan Saat Thawaf
Di balik sunnah idhtiba', terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik, di antaranya:
1. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Tujuan utama idhtiba' adalah meneladani cara ibadah Rasulullah SAW. Setiap sunnah yang beliau contohkan menjadi bentuk kecintaan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Mengenang Sejarah Perjuangan Islam
Idhtiba' menjadi pengingat akan perjuangan kaum Muslimin pada masa awal Islam yang tetap menunjukkan keberanian dan keteguhan meskipun mendapat berbagai tekanan.
3. Melatih Ketaatan
Tidak semua ibadah harus dipahami dari sisi logika semata. Ada kalanya seorang Muslim melaksanakan suatu amalan karena yakin bahwa Rasulullah ﷺtelah mencontohkannya.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah
Masih banyak jamaah yang kurang memahami tata cara idhtiba'. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Membuka bahu kanan sejak awal memakai ihram hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
- Tetap membiarkan bahu kanan terbuka ketika salat.
- Mengira jamaah perempuan juga dianjurkan melakukan idhtiba'.
Padahal, setelah thawaf selesai, kain ihram kembali dikenakan seperti biasa dengan kedua bahu tertutup.
Baca Juga: Tawaf Wada, Perpisahan yang Paling Menyakitkan bagi Jemaah. Benarkah Harus Jalan Mundur?
Membuka bahu kanan saat thawaf atau idhtiba' merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang khusus dilakukan oleh jamaah laki-laki ketika melaksanakan thawaf umrah maupun thawaf qudum. Sunnah ini bukan sekadar cara memakai kain ihram, tetapi juga mengandung nilai sejarah, ketaatan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Dengan memahami makna di balik setiap amalan, ibadah umrah maupun haji tidak hanya menjadi rangkaian gerakan, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh hikmah.








.jpg)