Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Jendela di Masjid Nabawi Ini Selalu Terbuka, Bahkan Raja Arab Tak Berani Menutupnya

Jendela Umar di Masjid Nabwi, Madinah. Foto: hajinews.co.id

CERITABAITULLAH - Masjid Nabawi bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menyimpan banyak kisah sejarah yang penuh makna. Salah satu kisah yang cukup menarik untuk diketahui adalah tentang sebuah jendela di Masjid Nabawi yang disebut-sebut selalu terbuka sejak ratusan tahun lalu. Kisah ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan berkaitan dengan keluarga Rasulullah dan momen penting dalam sejarah perluasan masjid yang hingga kini tetap dikenang.

Umroh awal musim sekarang lebih mudah dan nyaman. Mulai dari 20 jutaan, kamu sudah bisa berangkat dengan penerbangan direct tanpa transit. Cek pilihan paketnya di baitullah.co.id dan pilih yang paling sesuai dengan rencana ibadahmu.

 

Awal Mula Perluasan Masjid Nabawi

Seiring berkembangnya Islam, jumlah umat Muslim yang datang ke Madinah semakin bertambah. Hal ini membuat Masjid Nabawi yang awalnya sederhana tidak lagi mampu menampung jemaah dalam jumlah besar. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, diputuskan untuk melakukan perluasan masjid demi kenyamanan umat. Keputusan ini tentu tidak mudah, karena beberapa bangunan di sekitar masjid harus dibongkar, termasuk rumah-rumah yang memiliki nilai sejarah.

Salah satu rumah yang terdampak adalah rumah milik Hafshah binti Umar, istri Rasulullah sekaligus putri dari Umar bin Khattab. Bagi Hafshah, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Di sanalah banyak kenangan bersama Rasulullah tersimpan. Tidak heran jika pada awalnya ia merasa berat untuk merelakan rumah itu dibongkar.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Hafshah sempat menolak dan membutuhkan waktu untuk menerima keputusan tersebut. Bahkan, berbagai upaya pendekatan dari keluarga dan sahabat belum langsung membuatnya luluh. Namun, setelah melalui pertimbangan yang cukup panjang, Hafshah akhirnya memahami bahwa perluasan Masjid Nabawi adalah untuk kepentingan umat Islam yang lebih luas.


Baca Juga: Kartu Nusuk untuk Ibadah Haji—Apakah Jemaah Umroh Perlu Juga?

Jendela yang menjadi sejarah

Ketika akhirnya menyetujui pembongkaran rumahnya, Hafshah mengajukan satu permintaan sederhana namun penuh makna. Ia meminta agar dibuatkan sebuah jendela yang menghadap ke arah makam Rasulullah. Jendela tersebut diharapkan menjadi penghubung batin, agar ia tetap bisa merasakan kedekatan dengan Rasulullah meskipun tidak lagi tinggal di tempat yang sama.

Permintaan ini kemudian disetujui, dan jendela tersebut dibangun sesuai dengan keinginan Hafshah. Seiring berjalannya waktu, kisah tentang jendela ini terus diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam beberapa riwayat, jendela tersebut dikenal dengan sebutan “Jendela Umar” atau “Jendela Keluarga Umar”.

Masjid Nabawi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi perjalanan panjang sejarah Islam. Kisah jendela yang selalu terbuka ini menjadi salah satu pengingat tentang cinta, pengorbanan, dan keikhlasan.

twitter