Bukan Hiasan, Ternyata Ada Pesan Raja Fahd di Puncak Menara Masjid Nabawi
- byNaswa
- 19 Agustus 2026
CERITABAITULLAH - Kalau melihat menara Masjid Nabawi, perhatian kita biasanya langsung tertuju pada bentuknya yang tinggi dan megah. Tapi pernah nggak terpikir kalau ternyata ada pesan yang ditulis langsung oleh Raja Fahd bin Abdulaziz رحمه اللهdi salah satu menaranya?
Tulisan ini bukan sekadar tanda pembangunan. Ada pesan yang sengaja ditinggalkan Raja Fahd di tengah proyek besar perluasan Masjid Nabawi. Dan ternyata, isinya cukup sederhana, tapi maknanya dalam.
Apa Isi Tulisan Raja Fahd?
Tulisan tersebut berada di bagian dasar bulan sabit pada salah satu menara Masjid Nabawi. Di bagian bawahnya terdapat nama Fahd bin Abdulaziz Al Saud dan tanggal 10/6/1412 H.
Lalu, apa yang beliau tuliskan? Kurang lebih, maknanya berbunyi:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kami memuji-Nya atas nikmat yang telah diberikan sehingga kami dimampukan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Kami tidak mengharapkan dari pekerjaan ini kecuali keridaan Allah. Semoga Allah menjadikannya sebagai amal yang diterima di sisi-Nya, insyaallah.”
Menariknya, tulisan tersebut dibuat saat berlangsungnya proyek besar perluasan Masjid Nabawi pada masa pemerintahan Raja Fahd. Jadi, bukan cuma ada nama beliau yang ditinggalkan di sana. Ada juga sebuah doa tentang niat dari pembangunan tersebut.
Baca Juga: 25.000 Karpet Hijau di Masjid Nabawi Dilengkapi Chip, Ini Fungsi Teknologi RFID
Ditulis Saat Masjid Nabawi Mengalami Perluasan Besar
Kalau melihat kondisi Masjid Nabawi saat ini, mungkin sulit membayangkan seberapa besar proyek perluasan yang pernah dilakukan pada masa itu. Perluasan era Raja Fahd menjadi salah satu proyek terbesar dalam sejarah Masjid Nabawi. Pembangunan tersebut memperluas area masjid ke sisi timur, barat, dan utara serta menambahkan berbagai fasilitas baru.
Dalam proyek tersebut juga dibangun enam menara baru dengan ketinggian sekitar 105 meter. Selain itu, Masjid Nabawi dilengkapi dengan 27 kubah geser yang menjadi salah satu bagian arsitektur khasnya.
Di tengah pembangunan sebesar itu, Raja Fahd justru meninggalkan pesan yang cukup sederhana:
“Kami tidak mengharapkan dari pekerjaan ini kecuali keridaan Allah.”
Kenapa Pesan Ini Menarik?
Karena kalau dipikir-pikir, sebuah proyek sebesar perluasan Masjid Nabawi tentu bisa menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Namun pesan yang ditinggalkan justru mengingatkan tentang hal yang paling mendasar dalam sebuah amal: untuk siapa pekerjaan itu dilakukan?
Bukan soal seberapa besar proyeknya. Bukan juga soal seberapa megah hasil akhirnya. Tetapi tentang harapan agar apa yang dikerjakan mendapatkan rida dan penerimaan dari Allah.
Dan mungkin itu yang membuat tulisan ini menarik untuk diketahui. Letaknya memang tinggi di salah satu menara, tetapi pesannya sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kita pun sering melakukan banyak hal baik. Namun pada akhirnya, bukan hanya hasil yang penting. Ada niat dan harapan agar kebaikan tersebut benar-benar diterima oleh Allah.
Kalau Nanti Berkunjung ke Masjid Nabawi...
Masjid Nabawi memang menyimpan banyak cerita yang mungkin nggak langsung terlihat oleh jamaah. Mulai dari sejarah perluasannya, arsitekturnya, hingga detail-detail kecil seperti tulisan Raja Fahd ini.
Karena itu, saat berkesempatan mengunjungi Madinah, jangan hanya menikmati kemegahan Masjid Nabawi. Coba juga cari tahu cerita di balik berbagai sudutnya. Bisa jadi, ada banyak hal menarik yang selama ini kita lewatkan.
Dan tentu saja, semoga suatu hari kita semua diberikan kesempatan untuk melihat Masjid Nabawi secara langsung, beribadah di dalamnya, dan merasakan sendiri suasana yang selama ini hanya kita lihat dari layar. Siapa tahu, salah satu perjalanan yang selama ini hanya ada dalam doa akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.








