Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Abu Bakar Mendapat Julukan Ash-Shiddiq dan Al-�Atiq

Kisah Abu Bakar Mendapat Julukan Ash-Shiddiq dan Al-�Atiq

BAITULLAH.CO.ID – Melasir buku Kisah Edukatif 10 Sahabat Nabi
yang Dijamin Masuk Surga asal julukan
"ash-Shiddiq" untuk Abu Bakar berkisah ketika Rasulullah SAW mengabarkan suatu hal, Abu Bakar selalu menjadi orang pertama yang membenarkan dan mempercayainya.

Baca Juga: 3 Perubahan Sikap Orang yang Telah Meraih Haji Mabrur

Keyakinannya sangat kuat bahwa Rasulullah tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya. Karena kesetiaan dan kepercayaannya yang tak tergoyahkan, Abu Bakar dikenal dengan julukan "ash-Shiddiq" yang berarti "orang yang selalu membenarkan." Julukan itu semakin melekat pada dirinya setelah peristiwa Isra' dan Mi'raj.

Kala itu, sekelompok orang musyrik mendatangi Abu Bakar dan menanyakan pendapatnya tentang cerita perjalanan Rasulullah SAW ke Baitul Maqdis pada malam sebelumnya. Dengan tegas, Abu Bakar menanyakan apakah Rasulullah benar-benar mengatakan hal itu.

Ketika mereka mengiyakan, Abu Bakar dengan yakin mengatakan bahwa jika Rasulullah menyatakan itu, maka itu pasti benar. Sejak saat itu Abu Bakar dianugerahi gelar "ash-Shiddiq (orang yang selalu membenarkan)."

Suatu hari, di sebuah jalan Kota Makkah dan di sekitar Ka'bah, Abu Bakar berkenalan dengan seseorang yang memiliki reputasi sebagai "al-Amin (orang yang dapat dipercaya)." Tanpa ia ketahui, sosok itu adalah Nabi Muhammad SAW, sebelum Allah mengangkatnya sebagai Nabi dan Rasul.

Namun, hati mereka berdua telah disatukan oleh rasa cinta kepada Allah, kesetiaan pada-Nya, menjaga amanah, berbuat baik, dan berbicara dengan jujur. Mereka terkenal dengan integritas dan kejujuran mereka sebelum Islam datang.

Abu Bakar ingin tahu lebih banyak tentang sosok "al-Amin" yang membuatnya terkesan, ia memutuskan untuk bergabung dengannya dalam perjalanan perdagangan ke Negeri Syam. Di sana, ia mendengar Rahib Buhaira mengungkapkan tanda-tanda kenabian pada temannya tersebut. Semakin hari, kekaguman Abu Bakar terhadap Nabi Muhammad SAW semakin bertambah.

Setelah mendengar bahwa sahabatnya, Muhammad, telah diutus sebagai Nabi, Abu Bakar segera mendatanginya dengan pertanyaan, "Wahai Abu Qasim, benarkah engkau telah diutus oleh Allah SWT untuk mengajak manusia kembali kepada-Nya, sebagai utusan-Nya?"
Rasulullah SAW dengan tegas membenarkan panggilan kenabian tersebut, sambil mengajak Abu Bakar untuk berjanji untuk menyembah Allah semata. Kemudian, beliau membacakan beberapa ayat Al-Qur'an kepada Abu Bakar.

Tanpa pikir panjang, Abu Bakar segera menerima ajakan Nabi untuk masuk Islam dan menolak untuk menyembah berhala. Dengan penuh keyakinan, ia bersumpah, "Demi Allah, aku tidak pernah menemukan kebohongan sedikit pun dari dirimu. Engkau adalah orang yang dapat dipercaya, selalu menjalin tali kekerabatan, dan senantiasa berbuat baik."

Share:
twitter