
Artinya: "Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Tambahkan juga kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan untuk orang-orang berhaji atau berumroh yang memuliakan dan menghormati Ka'bah."
7. Mencium Hajar Aswad
Sunnah umroh yang ketujuh adalah mencium Hajar Aswad. Para ulama memberikan solusi bagi jamaah haji yang tidak memungkinkan untuk mencium hajar aswad secara langsung
" Sunnah mencium hajar aswad dan meletakkan jidat di atasnya. Bila tidak mampu maka mengusapnya dengan tangan kemudian mencium tangannya, bila tidak mampu lagi, maka mengusapnya dengan tongkat atau lainnya dan kemudian menciumnya. Bila tidak mampu lagi, maka berisyarat dengan tangannya atau sesuatu yang ada pada tangannya kemudian menciumnya"
8. Shalat di Hijir Ismail
Sunnah umroh yang kedelapan adalah Shalat di Hijir Ismail. Untuk masuk ke dalam Hijir Ismail ini sangatlah sulit, maka untuk kita yang beruntung memasuki Hijir Ismail ini diharapkan dapat melakukan shalat sunnah, berdoa, dan berdzikir.
Menurut H.R Abu Daud dari Aisyah R.A, Berbunyi : “Dari Aisyah R.A : “Aku sangat ingin memasuki K’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah SAW Membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata “Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah.”
9. Minum Air Zam-zam
Sunnah umroh yang kesembilan adalah minum air zam-zam. Rasanya kurang kalau berkunjung ke Tanah Suci tidak meminum air zam-zam ini. Bahkan untuk para jamaah umroh dan haji, air zam-zam ini sebagai oleh-oleh yang wajib kita bawa ke tanah air. Karena, dengan meminum air zam-zam ini, akan memberikan banyak keberkahan, baik untuk kesehatan maupun spiritualitas. Rasulullah meminum air zam-zam dalam keadaan duduk, ini sunnah. Adapaun menurut H.R Bukhari dan Muslim, Rasulullah pernah meminum air zam-zam dalam kondisi berdiri.