Di Balik Perintah Shalat, Ada Perjuangan Nabi dalam Peristiwa Isra Miraj
- byNaswa
- 09 Januari 2026
BAITULLAH.CO.ID - Pada suatu malam, ketika sebagian besar warga Makkah sedang tertidur, Allah SWT memberi Nabi Muhammad SAW sebuah perjalanan istimewa yang tidak pernah dialami oleh manusia sebelumnya. Peristiwa inilah yang kita kenal sebagai Isra Miraj, sebuah perjalanan penting yang kelak menjadi awal mula perintah shalat bagi agama Islam. Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab, di tahun kesepuluh kenabian. Malam itu, Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah SAW. Atas izin Allah, dada beliau dibersihkan dengan air Zamzam sebagai persiapan untuk menjalani perjalanan panjang dan menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Umroh hemat bersama baitullah.co.id, cek paketnya sekarang!
Setelah itu, Rasulullah SAW dibawa menaiki Buraq, makhluk ciptaan Allah yang mampu bergerak sangat cepat. Dalam waktu singkat, beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis. Perjalanan ini disebut sebagai Isra. Dalam perjalanan Isra, Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat dan melaksanakan shalat dua rakaat. Diantaranya adalah Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah beliau atau disebut dengan Madyan, lalu tempat Nabi Musa AS pernah tinggal di Gunung Thur Sina, tempat Nabi Musa berbicara dengan Allah, dan Baitul Lahm tempat kelahiran Nabi Isa AS. Setiap tempat tersebut memiliki sejarah dan pelajaran penting bagi umat Islam.
Sesampainya di Masjid Al-Aqsa, Rasulullah SAW melaksanakan shalat dan menjadi imam bagi para nabi serta malaikat. Peristiwa ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai nabi terakhir dan pemimpin para rasul. Dari Masjid Al-Aqsa, perjalanan dilanjutkan ke langit dalam peristiwa yang disebut Miraj. Bersama Malaikat Jibril, Rasulullah SAW naik menembus lapisan langit satu per satu. Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.
Setelah itu, Rasulullah SAW sampai di Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dilewati makhluk manapun, termasuk Malaikat Jibril. Di tempat inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak lima puluh kali dalam sehari semalam. Namun setelah Rasulullah SAW bolak-balik menghadap Allah SWT atas saran Nabi Musa AS, jumlahnya diringankan menjadi lima waktu, dengan pahala tetap setara lima puluh waktu. Mashallah
Baca Juga: Di Bulan Rajab Ini, Yuk Amalkan Doa Agar Bisa Bertemu Ramadhan
Ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Miraj kepada masyarakat, tidak semua orang langsung mempercayainya. Namun bagi orang-orang beriman, peristiwa ini justru semakin menguatkan iman mereka. Hingga hari ini, Isra Miraj terus dikenang sebagai pengingat bahwa shalat bukan sekedar kewajiban, tetapi juga bentuk kedekatan langsung antara hamba dan Allah SWT di tengah kesibukan hidup sehari-hari.







