Mengenal Masjidil Haram dan Sejarahnya, Masjid Suci Umat Islam
- byRiana Kharissa Putri
- 21 Juli 2026
Pernahkah Anda Membayangkan Berdiri Tepat di Depan Ka'bah?
Bagi banyak umat Islam, melihat Ka'bah untuk pertama kalinya adalah momen yang sulit dilupakan. Ada rasa haru, syukur, sekaligus kerinduan yang selama ini hanya bisa dibayangkan melalui foto atau tayangan televisi. Tempat suci ini berada di tengah Masjidil Haram, masjid terbesar sekaligus paling mulia dalam Islam.
Namun, tahukah Anda bahwa Masjidil Haram memiliki sejarah yang sangat panjang? Bangunan yang kini mampu menampung jutaan jamaah ini telah mengalami berbagai perkembangan sejak zaman para nabi hingga masa modern. Memahami sejarahnya tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membuat kita semakin menghargai setiap langkah ketika beribadah di sana.
Apa Itu Masjidil Haram?
Masjidil Haram adalah masjid yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi, dan menjadi pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Di dalam kawasan masjid ini terdapat Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang menjadi kiblat bagi seluruh umat Islam saat melaksanakan salat.
Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Di tempat inilah berbagai rangkaian ibadah seperti tawaf, salat, dan doa dilakukan dengan penuh kekhusyukan.
Baca Juga: Doa Birrul Walidain dan Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam
Sejarah Singkat Masjidil Haram
Sejarah Masjidil Haram tidak dapat dipisahkan dari sejarah Ka'bah. Menurut ajaran Islam, Ka'bah pertama kali dibangun sebagai rumah ibadah untuk menyembah Allah. Kemudian, Nabi Ibrahim 'alaihissalam bersama putranya, Nabi Ismail 'alaihissalam, diperintahkan Allah untuk meninggikan kembali fondasi Ka'bah.
Allah SWT berfirman:
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ ۖ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Wa idz yarfa'u Ibrāhīmul-qawā'ida minal-baiti wa Ismā'īl, rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī'ul-'alīm.
Artinya:
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), 'Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'" (QS. Al-Baqarah: 127)
Seiring berjalannya waktu, Masjidil Haram terus mengalami perluasan. Pada masa Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Abbasiyah, hingga pemerintahan Arab Saudi saat ini, berbagai pembangunan dilakukan agar masjid mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah setiap tahunnya.
Keutamaan Masjidil Haram
Masjidil Haram memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Salah satu keutamaannya adalah pahala salat yang dilipatgandakan dibandingkan salat di masjid lainnya.
Rasulullah ﷺbersabda:
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
Artinya:
"Salat di masjidku ini lebih utama daripada seribu salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena keutamaannya tersebut, umat Islam dari seluruh penjuru dunia merindukan kesempatan untuk beribadah di Masjidil Haram.
Bagian-Bagian Penting di Masjidil Haram
Saat memasuki Masjidil Haram, jamaah akan menemukan beberapa tempat yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari ibadah.
Ka'bah
Ka'bah merupakan kiblat umat Islam di seluruh dunia dan menjadi pusat pelaksanaan tawaf.
Hajar Aswad
Hajar Aswad berada di salah satu sudut Ka'bah. Jamaah yang memungkinkan dapat mengusap atau menciumnya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, namun jika kondisi sangat padat, cukup memberi isyarat dari kejauhan tanpa saling berdesakan.
Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah tempat yang diyakini sebagai bekas pijakan Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah. Setelah menyelesaikan tawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
Sumur Zamzam
Air Zamzam telah menjadi bagian dari sejarah Islam sejak zaman Nabi Ismail. Hingga kini, jutaan jamaah dapat menikmati air Zamzam yang tersedia di berbagai titik Masjidil Haram.
Bukit Shafa dan Marwah
Di kawasan Masjidil Haram terdapat Bukit Shafa dan Marwah, tempat dilaksanakannya ibadah sa'i sebagai bagian dari rangkaian umrah maupun haji.
Perkembangan Masjidil Haram dari Masa ke Masa
Jika dahulu Masjidil Haram hanya memiliki area yang relatif kecil di sekitar Ka'bah, kini kawasan tersebut telah berkembang menjadi kompleks masjid yang sangat luas dengan berbagai fasilitas modern.
Pemerintah Arab Saudi terus melakukan perluasan agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman. Berbagai fasilitas seperti jalur khusus lansia dan pengguna kursi roda, pendingin ruangan, area salat yang luas, hingga sistem pengelolaan jamaah yang semakin baik menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah.
Meski mengalami banyak perubahan dari sisi bangunan, fungsi utamanya tetap sama, yaitu sebagai pusat ibadah umat Islam dan tempat berkumpulnya kaum muslimin dari seluruh dunia.
Mengapa Mengenal Sejarah Masjidil Haram Itu Penting?
Mengetahui sejarah Masjidil Haram membuat kita memahami bahwa setiap sudutnya menyimpan kisah perjuangan para nabi dan perjalanan panjang umat Islam. Saat seseorang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah atau berjalan antara Shafa dan Marwah, ia tidak hanya menjalankan rangkaian ibadah, tetapi juga mengingat keteladanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar dalam menaati perintah Allah.
Pemahaman ini dapat menumbuhkan rasa syukur, meningkatkan kekhusyukan, serta menjadikan ibadah umrah maupun haji terasa lebih bermakna.
Baca Juga: MasyaAllah! Raja Salman Undang 1.000 Muslim Umrah Gratis, Indonesia Termasuk
Penutup
Masjidil Haram bukan sekadar bangunan megah di Kota Makkah, melainkan tempat paling suci bagi umat Islam yang memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Di dalamnya terdapat Ka'bah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, Sumur Zamzam, hingga Bukit Shafa dan Marwah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah haji dan umrah.
Semakin kita mengenal sejarah dan keutamaannya, semakin besar pula rasa cinta dan kerinduan untuk menjadi tamu Allah di Baitullah.
Jika Anda sedang mempersiapkan perjalanan umrah atau ingin mengetahui jadwal keberangkatan yang sesuai, tidak ada salahnya mulai berkonsultasi sejak sekarang. Tanya Ummi Baitullah siap membantu menjawab pertanyaan seputar persiapan ibadah, pilihan paket umrah, hingga proses keberangkatan melalui WhatsApp 08170077070, sehingga Anda dapat berangkat dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.








