Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Penjual Roti yang Tak Pernah Lepas dari Istighfar, Hingga Allah Mempertemukannya dengan Imam Ahmad

Ilustrasi Imam Ahmad bin Hanbal, Foto:Freepik

CERITABAITULLAH - Ada amalan yang begitu ringan diucapkan, tetapi sering kali justru paling sering kita lupakan. Amalan itu adalah istighfar. Banyak orang beristighfar setelah melakukan kesalahan atau seusai salat. Padahal, dalam Islam, istighfar bukan sekadar permohonan ampun, tetapi juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membuka pintu rezeki, memudahkan urusan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu kisah yang sering diceritakan para ulama tentang keutamaan istighfar adalah kisah pertemuan Imam Ahmad bin Hanbal dengan seorang penjual roti di Kota Bashrah. Kisah ini mengajarkan bahwa amalan yang dilakukan dengan istiqamah mampu menghadirkan pertolongan Allah dengan cara yang tidak pernah kita sangka.

 

Perjalanan yang Tidak Direncanakan

Di penghujung usianya, Imam Ahmad bin Hanbal pernah merasakan dorongan untuk melakukan perjalanan menuju Kota Bashrah, Irak. Padahal, beliau tidak memiliki janji dengan siapa pun dan tidak ada urusan tertentu yang harus diselesaikan. Namun, beliau tetap berangkat mengikuti apa yang Allah gerakkan dalam hatinya.

Sesampainya di Bashrah pada malam hari, Imam Ahmad menunaikan salat Isya berjamaah di sebuah masjid. Karena merasa lelah setelah perjalanan jauh, beliau berniat beristirahat di dalam masjid. Namun, penjaga masjid tidak mengizinkannya.

Tanpa mengetahui bahwa orang yang dihadapinya adalah salah satu ulama terbesar pada zamannya, sang penjaga meminta Imam Ahmad keluar dari masjid. Bahkan ketika beliau mencoba beristirahat di teras masjid, beliau kembali diminta pergi. Imam Ahmad tidak marah dan tidak pula memperkenalkan siapa dirinya. Beliau menerima keadaan itu dengan penuh kesabaran.

Baca Juga: Kisah Qatadah bin Numan, Sahabat Nabi yang Matanya Sembuh Berkat Doa Rasulullah SAW

 

Undangan dari Seorang Penjual Roti

Tak jauh dari masjid, seorang penjual roti memperhatikan kejadian tersebut. Melihat seorang musafir lanjut usia yang tidak memiliki tempat bermalam, ia pun menghampiri dan berkata dengan ramah,

"Silakan menginap di tempat saya. Rumah saya memang sederhana, tetapi masih ada tempat untuk beristirahat."


Imam Ahmad menerima ajakan itu. Di rumah kecil tersebut, sang penjual roti tetap melanjutkan pekerjaannya membuat adonan. Namun ada satu hal yang menarik perhatian Imam Ahmad.

Selama bekerja, lisannya hampir tidak pernah berhenti mengucapkan:

"Astaghfirullah... Astaghfirullah..."

 

Saat menyiapkan tepung, ia beristighfar.

Saat menguleni adonan, ia beristighfar.

Saat memasukkan roti ke dalam oven, ia tetap beristighfar.

 

Seolah-olah istighfar telah menjadi bagian dari setiap aktivitasnya.

Rahasia yang Membuat Imam Ahmad Terkejut Melihat kebiasaan itu, Imam Ahmad bertanya, "Sudah berapa lama engkau melakukan hal ini?"

 

Penjual roti itu menjawab bahwa ia telah melakukannya selama bertahun-tahun, sejak mulai berjualan roti.

Lalu Imam Ahmad kembali bertanya, "Apa yang engkau rasakan dari kebiasaan tersebut?"

Sang penjual roti menjawab dengan penuh keyakinan, "Setiap doa yang saya panjatkan kepada Allah selalu dikabulkan. Hampir tidak ada satu pun hajat yang tidak Allah kabulkan."

Namun kemudian ia menambahkan, "Hanya ada satu doa yang sampai sekarang belum terkabul."

 

Imam Ahmad pun semakin penasaran. Doa yang Belum Terkabul

Ketika ditanya apa doa tersebut, penjual roti itu menjawab, "Saya selalu berdoa agar Allah mempertemukan saya dengan Imam Ahmad bin Hanbal."

 

Mendengar jawaban itu, Imam Ahmad spontan mengucapkan takbir.

"Allahu Akbar!"

Beliau kemudian berkata, "Akulah Ahmad bin Hanbal."

Beliau melanjutkan, "Demi Allah, Allah telah membawaku dari Baghdad menuju Bashrah, bahkan membuatku diusir dari masjid hingga akhirnya tiba di rumahmu. Semua itu karena istighfar yang selalu engkau jaga."

Sang penjual roti pun terkejut sekaligus bersyukur. Doa yang selama ini ia panjatkan akhirnya benar-benar dikabulkan Allah SWT dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan.

 

Pelajaran dari Kisah Penjual Roti

Kisah ini mengajarkan bahwa Allah mampu mengabulkan doa dengan jalan yang berada di luar perkiraan manusia. Bisa jadi, sesuatu yang hari ini terasa sebagai kesulitan justru menjadi jalan menuju kebaikan yang telah Allah siapkan.

Istighfar juga mengingatkan kita untuk selalu kembali kepada Allah dalam setiap keadaan, bukan hanya saat melakukan kesalahan, tetapi juga ketika bekerja, menunggu, berjalan, atau menjalani aktivitas sehari-hari.

Sebagaimana firman Allah SWT: "Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'" (QS. Nuh: 10–12)

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya menjadi jalan memperoleh ampunan, tetapi juga salah satu sebab datangnya keberkahan dan pertolongan dari Allah SWT.

 

Baca Juga: Mengenal 4 Musim di Arab Saudi, Kapan Waktu Terbaik untuk Umrah?

Mari Jadikan Istighfar sebagai Teman Sehari-hari

Tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai waktu yang kita inginkan. Namun, kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan penjual roti mengajarkan bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba yang terus memohon kepada-Nya.

Mulailah membiasakan istighfar di sela-sela aktivitas, baik saat bekerja, berkendara, maupun setelah menunaikan ibadah. Semoga Allah SWT melapangkan urusan, mengampuni dosa, dan mengabulkan doa-doa terbaik kita pada waktu yang paling tepat.

Setiap orang memiliki doa yang terus dipanjatkan kepada Allah SWT. Ada yang memohon kesehatan, keberkahan rezeki, keluarga yang saleh, hingga kesempatan menjadi tamu-Nya di Tanah Suci.

Teruslah berikhtiar, perbanyak istighfar, dan jangan pernah lelah berdoa. Jika Sahabat sedang merencanakan perjalanan umrah atau ingin berkonsultasi mengenai persiapannya, Tanya Ummi siap menemani melalui WhatsApp di 08170077070. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita menuju Baitullah.