Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Selain Kurma, Ini Camilan Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Tanah Suci

Hidangan khas Arab Saudi yang menggugah selera. Sumber : Aet.co.id

CERITABAITULLAH - Kalau mendengar kata kuliner Arab Saudi, kurma mungkin menjadi makanan pertama yang langsung terlintas. Padahal, Tanah Suci juga punya banyak camilan menarik yang bisa dicicipi saat berkunjung ke Makkah maupun Madinah.

Bagi jamaah yang sedang menjalankan umrah, mencoba makanan lokal bisa menjadi pengalaman kecil yang membuat perjalanan terasa semakin berkesan. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga kesempatan mengenal kebiasaan dan budaya masyarakat setempat.

1. Mutabbaq, Camilan yang Mirip Martabak

Mutabbaq menjadi salah satu camilan yang cukup menarik untuk dicoba. Bentuknya berupa adonan tipis yang diisi dengan berbagai bahan, kemudian dilipat dan dimasak hingga bagian luarnya terasa renyah.

Isinya bisa berupa telur, daging, daun bawang, atau campuran bumbu lainnya. Bagi orang Indonesia, mutabbaq mungkin terasa familiar karena mengingatkan pada martabak telur, meskipun memiliki cita rasa dan cara penyajian yang berbeda. Camilan ini cocok dinikmati saat ingin makanan ringan tetapi tetap mengenyangkan.

Baca Juga : 7 Air yang Boleh Digunakan untuk Wudhu dan Mandi Wajib


2. Sambosa, Renyah dan Kaya Isian

Sambosa atau samosa juga cukup populer di Arab Saudi. Camilan berbentuk segitiga ini biasanya dibuat dari kulit tipis dengan isian seperti daging cincang, sayuran, atau keju.

Setelah digoreng, bagian luarnya menjadi renyah sementara isiannya terasa gurih. Sambosa juga sering hadir sebagai hidangan pembuka atau camilan, terutama ketika bulan Ramadan. Bagi jamaah, makanan ini bisa menjadi pilihan camilan saat sedang ingin mencicipi makanan lokal.


3. Maamoul, Kue dengan Isian Manis

Beralih ke makanan manis, ada maamoul, yaitu kue kecil yang biasanya memiliki isian berupa kurma, kacang, atau buah kering.

Teksturnya cenderung lembut dan sedikit rapuh dengan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Bentuknya juga menarik karena sering dibuat menggunakan cetakan khusus sehingga memiliki pola yang khas. Maamoul cocok dijadikan teman minum teh atau kopi Arab.


4. Qatayef, Kudapan Manis yang Menggoda

Qatayef merupakan kudapan manis yang populer di kawasan Arab dan banyak ditemukan terutama saat Ramadan. Bentuknya menyerupai pancake kecil yang kemudian diisi dengan bahan seperti kacang, keju, atau krim. Setelah dimasak, qatayef biasanya disajikan dengan tambahan sirup manis. Rasanya legit dan cocok bagi pencinta makanan manis.


5. Luqaimat, Bola-Bola Manis yang Renyah

Luqaimat merupakan kudapan berbentuk bola-bola kecil yang digoreng hingga bagian luarnya berwarna keemasan. Setelah itu, biasanya ditambahkan sirup, madu, atau taburan tertentu. Teksturnya renyah di bagian luar dan lembut di dalam. Ukurannya yang kecil membuat luqaimat cocok disantap sebagai camilan bersama keluarga.


6. Qahwa dan Teh sebagai Teman Bersantai

Selain makanan, pengalaman kuliner di Arab Saudi juga tidak lengkap tanpa mencoba minuman tradisional seperti qahwa, atau kopi Arab.

Qahwa memiliki cita rasa yang khas dan biasanya disajikan dalam cangkir kecil. Kopi ini sering dinikmati bersama kurma atau camilan lainnya. Teh juga menjadi minuman yang cukup umum dan bisa menjadi teman bersantai setelah beraktivitas seharian.


7. Menikmati Kuliner Saat Berada di Tanah Suci

Mencoba camilan khas Arab Saudi bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan umrah. Namun, jamaah tetap perlu memperhatikan kondisi makanan, kebersihan tempat membeli, serta porsi yang dikonsumsi. Tidak perlu mencoba semuanya sekaligus. Pilih beberapa makanan yang menarik dan nikmati sebagai bagian dari pengalaman mengenal budaya setempat. Selain menjadi pengalaman kuliner, mencicipi makanan khas juga membuat perjalanan ke Tanah Suci memiliki cerita tersendiri untuk dibawa pulang.

Baca Juga : Fase Kepulangan Haji 2026 Dimulai, Ribuan Jemaah Indonesia Telah Tiba di Tanah Air

 

Arab Saudi ternyata memiliki banyak pilihan camilan selain kurma. Mulai dari mutabbaq yang gurih, sambosa yang renyah, hingga maamoul dan luqaimat yang cocok bagi pencinta makanan manis.

Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan perjalanan umrah, mengenal kuliner lokal bisa menjadi salah satu hal sederhana yang membuat perjalanan semakin berwarna. Namun, jangan lupa tetap menjaga pola makan agar tubuh tetap nyaman dan memiliki energi untuk beribadah.

Jika Anda sedang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dan ingin mengetahui jadwal keberangkatan, persiapan umrah, atau pilihan paket yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan Tanya Ummi melalui WhatsApp 08170077070. Semoga perjalanan menuju Baitullah tidak hanya menjadi pengalaman ibadah, tetapi juga perjalanan yang penuh cerita dan kenangan.