CERITABAITULLAH - Sebelum Islam berkembang di Madinah seperti yang kita kenal sekarang, ada perjalanan panjang yang tidak mudah. Rasulullah SAW harus meninggalkan Makkah, tempat beliau lahir dan dibesarkan, demi menjaga keselamatan diri dan para sahabatnya.
Hijrah rasul ke Madinah terjadi setelah keadaan di Makkah semakin sulit. Ancaman terhadap Rasulullah dan para sahabat makin kuat, hingga Allah memerintahkan beliau untuk meninggalkan kota kelahirannya.
Awal Mula Kota Madinah
Madinah memiliki arti yang sangat penting bagi umat Islam. Kota ini mendapat julukan Madinah Al Munawwarah yang berarti kota yang bercahaya. Sebelum islam datang Madinah dikenal dengan kota Yatsrib.
Nama Yatsrib itu salah satu nama dari umat Nabi Nuh AS, yang ikut ke kapalnya Nabi Nuh AS berlayar selama 1 tahun 10 hari, namanya Yatsrib bin Mehlail. Dimasa nabi Nuh AS terjadi banjir besar, karena umatnya memberontak nabi menentang azab diturunkan, maka semua naik ke kapal diantara yang ikut itu ada yang namanya Yatsrib bin Mehlail.
Ketika banjirnya reda, kemudian mulai menyebar umatnya Nabi Nuh AS, yang Yatsrib ini menyebar datanglah ke satu tempat jaraknya kurang lebih 400 km dari kota mekkah. Maka siapa yang duluan ada ke tempat itu dinamailah dengan nama orangnya. Maka tempat itu disebut dengan yatsrib.
Banyak orang dari segala penjuru datang ke kota Yasrib. Penduduk madinah berasal dari segala penjuru, suku yang paling besar adalah suku Aus dan Khazraj. Mereka menyembah kepada berhala ada pula orang-orang Nasrani dan Yahudi. Walaupun hidup berdampingan suku-suku itu tidak pernah hidup akur. Mereka selalu saja berselisih.
Mata pencaharian penduduk Madinah adalah sebagai bertani, tanah disana sangat subur sehingga kurma dan anggur bisa tumbuh dengan sangat baik. Sebagian dari mereka memang masih menyembah kepada alam.
Awal Pertemuan dengan Rasulullah
Setiap kali musim haji tiba seluruh umat manusia datang ke Mekkah termasuk juga suku Khazraj. Saat itulah Rasulullah mengundang mereka dan memperkenalkan Islam. Banyak dari mereka yang menyebutkan 2 kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.
Dan tahun berikutnya suku Aus ikut bersumpah setia kepada Rasulullah. Suku Aus dan Suku Khazraj selalu bermusuhan hampir 120 tahun lamanya, namun Rasulullah SAW berhasil menyelesaikan masalah mereka dan membuat mereka menjadi saudara. Sejak saat itu mereka dikenal sebagai kaum anshar yang berarti pembantu.
Rencana Jahat Kaum Quraisy
Berita adanya Kaum Anshar yang bersedia membantu rasulullah ini membuat Suku Quraisy geram apalagi satu persatu umat muslim mulai hijrah ke Madinah.
Pada hari yang ditentukan semua pemimpin Quraisy berkumpul di Darun Nadwah, musyawarah pun dimulai masing-masing kabilah mulai mengutarakan pendapat, ada yang berpendapat bahwa Rasulullah dikurung saja, usulan demi usulan berdatangan. Namun tidak ada satupun yang menguatkan.
Kemudian datanglah satu ide jahat dari Abu Jahal paman Rasulullah. Dan menyuruh untuk mengumpulkan pemuda-pemuda gagah dari setiap kabilah untuk diberikan pedang untuk membunuh muhammad akan mendapatkan imbalan 1000 dinar. Semua orang yang berkumpul disitu setuju dengan usulan Abu jahal.
Turunnya Perintah Hijrah
Setelah kumpulan di Darun Nadwah, Abu Jahal membuat strategi dengan sangat baik, ia memilih pemuda-pemuda hebat dan menentukan waktu yang terbaik untuk menyerang. Waktu tersebut adalah malam ketika Abu Jahal membuat strategis, untuk datang ke rumah Rasulullah dan membunuhnya.
Rencana Abu Jahal sangat rapi dan tersusun dengan sangat baik, namun Allah Maha Mengetahui semuanya. Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah, Allah SWT berfirman:
“Wahai Rasulullah, janganlah engkau tidur malam ini, di atas tempat tidur yang engkau gunakan, sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk hijrah ke kota Yatsrib.”
Setelah menerima wahyu tersebut Rasulullah SAW berjalan menemui sahabatnya Abu Bakar, dan Abu Bakar ikut bersama Rasulullah untuk hijrah ke Yatsrib.
Atas izin Allah Abu Bakar Pun menyiapkan berbagai kebutuhan untuk hijrah, mulai dari unta tunggangan, pakaian hingga makanan. Setelah semua persiapan selesai Rasulullah SAW berjalan menemui Ali bin Abi Thalib. Rasul meminta Ali tidur di kasur miliknya dan menggunakan selimbutnya. Setelah keadaan membaik Rasul meminta Ali untuk menyusul ke Madinah.
Ingin menapaki jejak Rasulullah SAW di Makkah dan Madinah?
Malam Pengepungan
Sebelum malam tiba, Rasulullah diam-diam keluar dari kota Makkah. Ali menjalankan perintah Rasulullah dengan sangat baik, dia berbaring menggunakan selimut rasulullah dan menutupi tubuhnya diatas kasur rasul.
Kaum Quraisy pun datang dan melihat Ali yang sedang berbaring tetapi mereka mengiranya itu Rasulullah. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, para pemuda itu masuk kedalam dan mendobrak pintu kamar Rasulullah. Mereka pun mencari Rasulullah di seluruh penjuru rumah.
Ketika mereka tidak menemukannya, mereka menghajar Ali dan menyuruhnya membuka mulut. Namun Ali tidak sekalipun membuka mulutnya. Para pemuda itu pun semakin marah. Para pemuda itu takut akan hukuman yang baru saja diberikan oleh pemimpin Quraisy jika mereka gagal menjalankan perintah.
Kabar Rasulullah yang berhasil keluar dari kota Mekkah pun segera tersebar, seluruh prajurit dan kaum Quraisy berpencar untuk mencari Rasul.
Persembunyian di Gua Tsur
Pencarian atas Rasulullah pun dilakukan secara besar-besaran, saat itu Rasulullah dan Abu Bakar baru sampai di Gunung Tsur. Mereka berdua kelelahan setelah berjalan 1 hari 1 malam. Abu Bakar melihat Gua dan memastikan apakah itu aman atau tidak, setelah memastikan mempersilahkan Rasul untuk masuk. Rasulullah bersembunyi di gua tsur selama beberapa hari.
Secara bergantian orang-orang kepercayaan Rasul datang untuk membantu, mereka adalah:
-
Abdullah putra Abu Bakar yang menyampaikan berita dari Makkah
-
Asma putri Abu Bakar yang membawakan makanan
-
Amir bin Fuhairah pembantu Abu Bakar yang menyamar sebagai pengembala kambing
Kambing-kambing Amir yang memiliki jumlah yang banyak meninggalkan jejak diatas tanah, jejak itu menghapus jejak milik putra-putri Abu Bakar. Doa mereka di setiap waktu, atas bantuan mereka Rasulullah dan Abu Bakar bisa bersembunyi dengan aman serta dapat makan dan minum.
Mukjizat di Mulut Gua
Pada suatu hari sekelompok orang Quraisy mulai mencari disekitar GunungTsur. Mereka melihat Gua yang mencurigakan, setelah perdebatan panjang akhirnya mereka pun naik untuk memeriksa Gua itu.
Saat itulah Allah memerintahkan kepada laba-laba dan para burung untuk membuat sarang dalam Gua dan dalam sekejap mulut Gua itu tertutup oleh sarang laba-laba. Semak-semak pun tumbuh dengan sangat rapat dan di sela-selanya burung-burung pun membuat sarang.
Suara perdebatan para pemuda Quraisy itu terdengar jelas kedalam gua, Abu Bakar merasa sangat cemas. Perlindungan dari Allah tidak memerlukan baju baja ataupun benteng yang kokoh, cukup dengan sarang laba-laba dan sarang burung di depanGua saja.
Para pemuda itu pun pergi dari Gua karena merasa bahwa tidak mungkin ada yang bersembunyi di dalamnya tanpa merusak jaring laba-laba dan sarang burung yang ada disana.
Perjalanan Menuju Madinah
Ketika kondisi sudah aman, Rasulullah dan Abu Bakar menjalankan perjalanan. Mereka menempuh jalur yang belum pernah dilewati sebelumnya.
Dalam beberapa kesempatan ada orang yang mengenali Abu Bakar dan bertanya siapa yang sedang bersamanya. Suku Quraisy mengirimkan utusan ke seluruh suku yang tersebar di jalan menuju Madinah dan meminta mereka untuk membantu menangkap Rasulullah.
Suraqah pemimpin suku Bani Mujlid melihat Abu Bakar dan Rasulullah, ia memacu kudanya dan mengejar Rasulullah beserta Abu Bakar. Abu Bakar merasa bahwa ada yang sedang mengejar mereka. Tanpa menengok ke belakang Rasulullah berdoa memohon perlindungan dari Allah.
Kuda Suraqah tergelincir dan ia pun jatuh ke tanah. Ia pun bangkit dan kembali mengejar namun ia kembali terjatuh. Setelah tiga kali terjatuh, ia pun sadar dan meminta maaf kepada rasulullah.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Ramadhan, Doa Kedua Paling Populer di Indonesia
Singgah di Quba dan Tiba di Madinah
Di tengah perjalanan Rasulullah singgah selama 4 hari di Quba, sebuah desa yang terletak di selatan Madinah. Rasul membangun masjid pertama yaitu Masjid Quba, masjid ini dibangun dengan dasar ketaatan dan ketakwaan Rasulullah kepada Allah.
Disini rasul kembali bertemu dengan keluarganya, Ali berhasil keluar dari kota mekkah bersama keluarga Rasulullah.
Rombongan Rasulullah kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di Madinah. Kedatangan mereka telah dinanti-nanti. Seluruh penduduk Madinah menyambut kedatangan Rasulullah dengan sangat hangat.
Dalam beberapa waktu kedepan Islam berkembang dengan sangat pesat. Masjid berhasil didirikan dan kaum Anshar membantu kaum muhajirin memulai kehidupan mereka di Madinah dengan baik.
Mashaallah, semoga kisah ini membuat kita semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani perjuangannya.
Kisah Isra Mi'raj, Perjalanan Nabi Muhammad ke Sidratul Muntaha
Kategori
Artikel Lainnya
Kenapa Sih Jari Telunjuk Diangkat Saat Tahiyat? Ini Penjelasannya!
- byNaswa
- 19 November 2024

.png)






