Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Firaun yang Tak Pernah Sakit Selama Ratusan Tahun, Sampai Ia Lupa Siapa Tuhannya

Sosok Firaun dikenal sebagai raja yang berani mengaku dirinya sebagai Tuhan, Foto: Ilustrasi/list-sindonews

CERITABAITULLAH - Bayangkan ada seorang raja yang hidup sangat lama, namanya Firaun. Ia tinggal di sebuah kerajaan yang besar. Istana tempat tinggalnya megah, para prajurit selalu siap menjaga, dan orang-orang datang menghadap ketika ia memanggil. Apa pun yang diinginkannya, hampir selalu bisa ia dapatkan.

Namun ada satu hal yang membuat Firaun merasa dirinya semakin istimewa yaitu tubuhnya hampir tidak pernah sakit. Dalam sejumlah keterangan ulama dan kitab tafsir, Firaun disebut hidup dan berkuasa selama sekitar 400 tahun dalam keadaan sehat. Bahkan ada riwayat yang menyebut usianya mencapai 446 tahun.

Bayangkan hidup selama itu tanpa merasakan sakit, tidak ada sakit kepala yang membuatnya harus berbaring, tidak ada demam yang membuatnya kehilangan tenaga, tidak ada tubuh lemah yang membuatnya harus meminta bantuan orang lain. Hari demi hari, Firaun melihat dirinya tetap kuat. Dan mungkin, tanpa disadarinya, dari situlah kesombongan mulai tumbuh.

Setiap pagi, Firaun bangun di istananya, Ia melihat para pelayan menunggu, para pengawal berdiri di depan pintu, para pembesar kerajaan datang membawa kabar. Ketika Firaun berbicara, semua mendengarkan, ketika Firaun memerintah, semua melaksanakan.

Baca Juga: Bukan Hiasan, Ternyata Ada Pesan Raja Fahd di Puncak Menara Masjid Nabawi

 

Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Dan Firaun semakin terbiasa dengan perasaan semua orang tunduk kepadanya. Ia memiliki kerajaan, memiliki harta, memiliki kekuasaan, memiliki pasukan. Dan ia memiliki tubuh yang selalu terasa kuat.

Lama-kelamaan, Firaun mulai lupa bahwa semua itu sebenarnya bukan miliknya. Kekuasaan yang ia punya adalah pemberian Allah. Kesehatan yang ia rasakan juga pemberian Allah. Bahkan umur panjang yang ia nikmati pun berada dalam ketetapan Allah.

Tetapi Firaun justru semakin jauh. Sampai suatu hari, kesombongannya mencapai batas yang tidak pernah dibayangkan manusia. Ia berdiri di hadapan kaumnya dan berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.” Kalimat itu diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an, Firaun bukan lagi sekadar merasa dirinya raja. Ia sudah berani mengaku sebagai Tuhan.

 

Kemudian datanglah Nabi Musa RA, Musa mengajak Firaun untuk menyembah Allah dan berhenti berbuat zalim. Tetapi Firaun tidak mau mendengarkan. Bagaimana mungkin seorang raja yang merasa begitu kuat mau tunduk kepada orang lain?

Ia bahkan menantang Nabi Musa, Firaun mengira kekuasaannya bisa membuatnya menang. Ia mengira pasukannya akan selalu melindunginya. Ia mengira dirinya terlalu kuat untuk dikalahkan. Sampai akhirnya, tibalah hari ketika Firaun mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.

Di depan mereka terbentang laut. Di belakang mereka, pasukan Firaun semakin dekat. Atas izin Allah, laut terbelah. Nabi Musa dan Bani Israil menyeberang dengan selamat. Firaun melihat jalan di tengah laut itu, Ia tetap mengejar. Mungkin saat itu ia masih berpikir bahwa tidak ada yang mampu menghentikannya. Ia masuk bersama pasukannya.

Namun ketika Nabi Musa dan orang-orang beriman telah sampai di seberang, air laut kembali seperti semula. Pasukan Firaun tenggelam. Kerajaan yang begitu besar tidak mampu menyelamatkannya. Pasukan yang begitu banyak tidak mampu menolongnya. Dan tubuh yang selama ratusan tahun disebut selalu sehat itu akhirnya tidak berdaya.

Saat itulah Firaun sadar. Ia berkata bahwa dirinya beriman kepada Tuhan yang diimani oleh Bani Israil. Tetapi pengakuan itu datang ketika semuanya sudah terlambat. Allah tidak lagi menerima pengakuan tersebut sebagai keselamatan baginya.

Baca Juga: Mengungkap Fakta Menarik tentang Gua Hira, Saksi Turunnya Wahyu Pertama kepada Rasulullah SAW