Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Hafal Surah Ad-Duha Dapat Miras? Ini yang Perlu Kita Pahami tentang Adab terhadap Al-Quran

Ilustrasi konser musik. Foto: Freepik-Drazen Zigic

CERITABAITULLAH - Belakangan ini media sosial ramai membicarakan sebuah aksi challenge hafalan Surah Ad-Duha yang dikaitkan dengan hadiah minuman beralkohol dalam sebuah festival musik. Aksi tersebut menuai kecaman karena ayat Al-Qur’an ditempatkan dalam konteks promosi minuman keras.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai penggunaan ayat suci Al-Qur’an untuk kepentingan promosi minuman keras tidak dapat dibenarkan. MUI juga meminta pihak yang terlibat dalam aksi tersebut ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Terlepas dari kasus yang sedang ramai tersebut, ada hal yang jauh lebih penting untuk kita pahami: mengapa Al-Qur’an harus diperlakukan dengan penuh penghormatan, dan bagaimana seharusnya seorang Muslim berinteraksi dengan Al-Qur’an?

 

Mengenal Surah Ad-Duha

Surah Ad-Duha merupakan surah ke-93 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 11 ayat. Surah ini termasuk surah Makkiyah. Secara umum, Surah Ad-Duha berisi penghiburan dan peneguhan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW setelah terjadinya jeda turunnya wahyu.

Salah satu ayat yang sangat kuat pesannya adalah:

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

“Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu.” (QS. Ad-Duha: 3)

Ayat ini mengingatkan bahwa ketika seseorang sedang berada dalam masa sulit atau merasa sendirian, bukan berarti Allah SWT meninggalkannya.

Surah ini kemudian mengingatkan Nabi Muhammad SAW tentang berbagai bentuk pertolongan Allah, termasuk ketika beliau berada dalam keadaan yatim, kemudian mendapatkan perlindungan; ketika mencari petunjuk, lalu mendapatkan petunjuk; serta ketika dalam keadaan kekurangan, kemudian Allah memberikan kecukupan.

Karena itu, Surah Ad-Duha bukan sekadar rangkaian ayat yang perlu dihafalkan. Di dalamnya ada pesan tentang harapan, pertolongan Allah, rasa syukur, dan kepedulian kepada sesama.

Baca Juga: Satu Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengubah Cara Kita Menjalani Hari Menjadi Lebih Tenang dan Bermakna

 

Apa Pesan Utama Surah Ad-Duha?

Menariknya, Surah Ad-Duha tidak berhenti pada penghiburan. Setelah mengingatkan berbagai nikmat Allah, manusia juga diarahkan untuk membalas nikmat tersebut melalui perbuatan baik.

Allah SWT berfirman:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ۝ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ۝ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad-Duha: 9–11)

Dari sini kita bisa melihat bahwa memahami Al-Qur’an bukan hanya soal bisa membaca atau menghafalkan ayat, tetapi juga bagaimana pesan di dalamnya diwujudkan dalam kehidupan.

 

Mengapa Al-Qur’an Harus Diperlakukan dengan Hormat?

Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Ia merupakan wahyu Allah SWT dan menjadi petunjuk bagi umat manusia.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk ke (jalan) yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Karena kedudukannya tersebut, membaca Al-Qur’an bukanlah aktivitas biasa. Rasulullah SAW juga menjelaskan besarnya keutamaan membaca Al-Qur’an:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.” (HR. Tirmidzi no. 2910)

Hadis lainnya juga menyebutkan:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Artinya, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan ibadah yang memiliki nilai besar. Maka, sudah semestinya aktivitas tersebut dilakukan dengan niat dan cara yang menghormati kesucian Al-Qur’an.

 

Bagaimana dengan Menghafal Al-Qur’an untuk Sebuah Challenge?

Menghafal Al-Qur’an tentu merupakan amalan yang baik. Menguji hafalan dalam konteks belajar pun bisa menjadi cara untuk membantu seseorang mengingat ayat-ayat Al-Qur’an. Namun, konteks dan tujuan tetap penting.

Jika hafalan Al-Qur’an ditempatkan sebagai sarana untuk mendapatkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, persoalannya bukan lagi sekadar soal “challenge”. Ada nilai agama yang ikut dibawa ke dalam aktivitas tersebut. Terlebih ketika imbalannya berupa minuman keras.

Allah SWT secara tegas berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah: 90)

Ayat tersebut dengan jelas memerintahkan orang beriman untuk menjauhi khamr atau minuman keras. Karena itu, mengaitkan hafalan ayat Al-Qur’an dengan imbalan berupa sesuatu yang diharamkan dalam Islam menjadi persoalan yang serius dari sisi nilai dan adab.

 

Adab yang Perlu Dijaga Saat Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

Lalu, bagaimana seharusnya kita memperlakukan Al-Qur’an?

1. Meluruskan niat

Membaca dan menghafal Al-Qur’an sebaiknya dilakukan sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar untuk mendapatkan hadiah, popularitas, atau pengakuan.

2. Berusaha memahami maknanya

Menghafal ayat tentu merupakan hal yang baik. Namun, akan lebih sempurna jika hafalan tersebut disertai usaha memahami pesan yang terkandung di dalamnya. Contohnya Surah Ad-Duha. Jangan sampai kita hanya mengingat ayatnya, tetapi melupakan pesan tentang menyayangi anak yatim, tidak menghardik orang yang membutuhkan, dan mensyukuri nikmat Allah.

3. Menjaga adab ketika membacanya

Al-Qur’an hendaknya dibaca dengan sikap yang menunjukkan penghormatan. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan bahwa Al-Qur’an memiliki keadaan dan tempat pembacaan yang perlu diperhatikan.

Dalam Sahih Muslim, terdapat hadis bahwa Rasulullah SAW melarang membaca Al-Qur’an ketika sedang rukuk dan sujud, karena dua posisi tersebut memiliki bentuk ibadah dan zikir yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan aktivitas yang dilakukan tanpa memperhatikan adab dan konteks.

4. Tidak menjadikan ayat Al-Qur’an sebagai bahan candaan

Al-Qur’an boleh dipelajari dengan berbagai metode, termasuk metode yang menarik dan kreatif. Namun, kreativitas tetap memiliki batas. Ayat suci tidak seharusnya dijadikan bahan olok-olok, candaan, atau sekadar alat untuk menarik perhatian jika konteksnya justru merendahkan nilai dan kehormatannya.

5. Mengamalkan pesan yang dipelajari

Tujuan mempelajari Al-Qur’an bukan hanya supaya lancar membaca atau hafal banyak surah. Pesan Al-Qur’an seharusnya terlihat dalam perilaku kita. Dalam Surah Ad-Duha saja, Allah SWT mengajarkan kepedulian kepada anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta, serta mensyukuri nikmat-Nya.

Baca Juga: Maulid Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Keutamaan, dan Amalan yang Bisa Dilakukan

 

Belajar dari Viral Challenge Surah Ad-Duha

Kasus yang ramai diperbincangkan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks untuk dihafalkan, apalagi sekadar candaan untuk sebuah promosi atau hiburan. Menghafal Surah Ad-Duha adalah hal yang baik. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah. Tetapi kebaikan tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks yang benar dan dilakukan dengan penuh penghormatan.

Surah Ad-Duha mengajarkan bahwa setelah menerima nikmat dan pertolongan Allah, ada tanggung jawab untuk bersyukur dan berbuat baik kepada sesama. Semoga pembahasan tentang Surah Ad-Duha ini menjadi pengingat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mempersiapkan perjalanan ibadah yang lebih bermakna, pastikan Anda memilih paket umrah melalui Baitullah.co.id. Nikmati tambahan potongan Rp500.000 untuk semua paket umrah dengan kode voucher BAITULLAH500K.