Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Doa Ketika Kena Musibah, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

Ilustrasi seorang hamba sedang berdoa setelah terkena musibah, sumber:Freepik

CERITABAITULLAH - Belakangan ini, kabar tentang musibah datang silih berganti dari berbagai daerah di Indonesia. Ada saudara kita yang harus menghadapi bencana, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Di tengah kabar yang membuat hati ikut terasa berat, mungkin kita sering bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?”

Tidak semua dari kita bisa datang langsung ke lokasi. Tidak semua bisa membantu dengan tenaga atau materi. Tetapi ada satu hal yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja yaitu mendoakan.

Dalam Islam, doa menjadi salah satu cara seorang Muslim memohon pertolongan kepada Allah ketika menghadapi keadaan yang sulit. Bahkan ketika musibah menimpa diri sendiri, Rasulullah SAW mengajarkan bacaan yang dapat menjadi pegangan agar hati tetap mengingat Allah.

 

Doa Ketika Tertimpa Musibah

Ketika seseorang tertimpa musibah, Islam mengajarkan untuk mengucapkan kalimat istirja':

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.”

Kalimat ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 156 sebagai ucapan orang-orang yang ketika ditimpa musibah mengingat bahwa mereka adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Setelahnya, Allah memberikan kabar gembira berupa rahmat dan petunjuk bagi mereka yang bersabar. 

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang dapat dibaca setelah kalimat tersebut:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allāhumma’jurnī fī mushībatī wa akhlif lī khairan minhā.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Jika digabungkan, bacaan lengkapnya menjadi, Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī mushībatī wa akhlif lī khairan minhā.

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim melalui Ummu Salamah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang Muslim yang tertimpa musibah lalu membaca doa tersebut akan mendapatkan pahala atas musibahnya dan Allah akan memberikan pengganti yang lebih baik. 

Baca Juga: Nawaitu Syifa Bibarakatil Musthafa, Doa Sebelum Minum Air yang Dianjurkan untuk Memohon Kesembuhan

 

Bukan Sekadar Ucapan Ketika Mendengar Kabar Duka

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un sering kali langsung terucap ketika kita mendengar seseorang meninggal dunia.

Padahal, maknanya lebih luas. Kalimat tersebut berkaitan dengan sikap seorang Muslim ketika menghadapi musibah secara umum. Ketika kehilangan sesuatu, menghadapi bencana, mengalami kegagalan, atau mendapatkan kabar yang menyedihkan, kita diingatkan untuk kembali menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki pada akhirnya adalah milik Allah.

Itulah mengapa kalimat sederhana ini terasa begitu kuat. Kita mungkin tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Tetapi kita masih bisa memilih bagaimana hati kita meresponsnya.

 

Doa untuk Memohon Kesabaran

Musibah tidak selalu mudah untuk diterima. Bahkan ketika kita sudah tahu bahwa semuanya adalah ketetapan Allah, rasa sedih tetap bisa muncul. Karena itu, selain memohon kebaikan setelah musibah, kita juga bisa berdoa agar Allah memberikan kesabaran. Salah satu doa yang terdapat dalam Al-Qur'an adalah:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Rabbana afrigh ‘alaina sabran wa tawaffana muslimīn.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri.”

Doa ini menjadi pengingat bahwa kesabaran bukan berarti seseorang tidak boleh menangis atau merasa sedih. Sabar berarti tetap berusaha bertahan dan tidak kehilangan harapan kepada Allah meskipun keadaan sedang begitu berat.

 

Doa Saat Hati Dipenuhi Kesedihan dan Kecemasan

Musibah juga bisa meninggalkan rasa takut, cemas, dan sedih yang tidak mudah hilang. Dalam kondisi seperti ini, kita dapat memohon perlindungan Allah dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-hazan, wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijāl.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.”

Ketika musibah terjadi, bukan hanya kondisi fisik yang membutuhkan pertolongan. Hati juga membutuhkan tempat untuk bersandar. Karena itu, memperbanyak doa dan dzikir bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga hati tetap dekat kepada Allah.

 

Bagaimana Jika Kita Tidak Mengalami Musibahnya Secara Langsung?

Kondisi Indonesia yang penuh dengan kabar musibah membuat kita mungkin melihat banyak cerita dari layar. Foto, video, dan berita tentang saudara-saudara kita yang terdampak bisa membuat hati ikut tergerak. Lalu muncul pertanyaan: “Kalau aku tidak berada di sana, apa yang bisa aku lakukan?”

Kita bisa mendoakan mereka. Kita bisa membantu sesuai kemampuan. Dan jika memiliki kesempatan, kita bisa ikut menyalurkan bantuan melalui lembaga atau pihak yang terpercaya.

Doa mungkin tidak terlihat seperti bantuan yang besar. Tetapi bagi seorang Muslim, mendoakan saudara yang sedang mengalami kesulitan merupakan bentuk kepedulian yang tidak membutuhkan jarak. Kita bisa mendoakan agar mereka diberi keselamatan, kesabaran, kesehatan, perlindungan, serta kekuatan untuk melewati keadaan yang sedang mereka hadapi.

 

Musibah Mengajarkan Kita untuk Saling Menguatkan

Musibah memang tidak pernah menjadi sesuatu yang kita harapkan. Namun, di tengah keadaan sulit, sering kali kita melihat sisi lain dari manusia: orang-orang yang saling membantu, berbagi makanan, membuka tempat tinggal, menggalang bantuan, hingga datang menjadi relawan.

Barangkali inilah salah satu hal yang perlu kita ingat ketika melihat kabar musibah. Kita mungkin tidak bisa mengendalikan kapan musibah datang, tetapi kita masih bisa memilih untuk tidak membiarkan orang lain menghadapinya sendirian.

Bagi yang sedang berada di lokasi bencana, semoga Allah memberikan keselamatan dan kekuatan. Bagi yang kehilangan orang terkasih, semoga Allah memberikan kesabaran dan keteguhan hati. Dan bagi siapa pun yang sedang menghadapi ujian yang tidak terlihat oleh orang lain, semoga Allah memberikan jalan keluar terbaik. Karena terkadang, seseorang tidak membutuhkan banyak kata. Mereka hanya perlu tahu bahwa ada yang mendoakan.

Baca Juga: Maulid Nabi Muhammad SAW: Sejarah, Keutamaan, dan Amalan yang Bisa Dilakukan

 

Mari Sisihkan Waktu untuk Mendoakan Saudara-Saudara Kita

Ketika membaca kabar musibah hari ini, mungkin kita bisa berhenti sejenak dari scrolling.

Angkat tangan.

Berdoa.

Sebut mereka yang sedang membutuhkan pertolongan Allah, meskipun kita tidak mengenal nama mereka satu per satu.

Semoga Allah melindungi saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di berbagai daerah Indonesia, memberikan keselamatan bagi mereka yang masih berjuang, menguatkan keluarga yang kehilangan, serta memberikan kemudahan dalam setiap proses pemulihan.

Dan jika suatu hari nanti giliran kita yang diuji, semoga kita juga diberikan hati yang kuat untuk mengucapkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali.

Semoga Allah memberikan kesabaran dalam setiap ujian, pertolongan dalam setiap kesulitan, dan mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar.

Aamiin.