Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kenapa Laki-Laki Wajib Sholat Jumat? Ini Sejarah dan Dalilnya

Ilustrasi solat jumat berjemaah, summber: Freepik

CERITABAITULLAH - Setiap hari Jumat, umat Islam laki-laki yang sudah memenuhi syarat wajib melaksanakan sholat Jumat. Berbeda dengan sholat wajib lima waktu, sholat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dan didahului dengan khutbah. Tapi, sebenarnya sejak kapan sholat Jumat mulai dilaksanakan? Dan kenapa kewajibannya hanya berlaku bagi laki-laki?

 

Perintah Sholat Jumat dalam Al-Qur'an

Kewajiban sholat Jumat dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui Surah Al-Jumu'ah ayat 9. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā nūdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu‘ati fas‘au ilā żikrillāhi wa żarul-bai‘, żālikum khairul lakum ing kuntum ta‘lamūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar kewajiban sholat Jumat. Ketika panggilan sholat Jumat sudah dikumandangkan, umat Islam yang terkena kewajiban harus meninggalkan aktivitas jual beli dan segera menuju tempat sholat.

Baca Juga: Sedekah Subuh Harus Setelah Salat Subuh atau Boleh Sebelumnya? Ini Penjelasannya

 

Sejarah Sholat Jumat pada Masa Rasulullah SAW

Pelaksanaan sholat Jumat berkaitan erat dengan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Saat masih berada di Makkah, umat Islam belum melaksanakan sholat Jumat secara terbuka. Saat itu, jumlah umat Islam masih sedikit dan mereka juga menghadapi tekanan dari kaum Quraisy.

Setelah Rasulullah SAW hijrah, pelaksanaan sholat Jumat mulai dilakukan. Dalam perjalanan menuju Madinah, Rasulullah SAW dan para sahabat sempat singgah di Quba selama beberapa hari.

Ketika melanjutkan perjalanan ke Madinah, Rasulullah SAW bersama para sahabat melaksanakan sholat Jumat di kawasan Wadi Ranuna. Peristiwa tersebut dikenal sebagai salah satu momen penting dalam sejarah sholat Jumat.

Di tempat tersebut Rasulullah SAW juga menyampaikan khutbah. Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan para sahabat tentang pentingnya bertakwa kepada Allah, menaati Rasul, mengingat akhirat, serta memperbanyak amal kebaikan.

Setelah selesai melaksanakan sholat Jumat, Rasulullah SAW dan para sahabat melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Madinah.

 

Kenapa Sholat Jumat Wajib bagi Laki-Laki?

Dalam syariat Islam, sholat Jumat diwajibkan bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Di antaranya sudah baligh, berakal, sehat, dan tidak sedang dalam kondisi yang mendapatkan keringanan.

Sementara itu, perempuan tidak diwajibkan melaksanakan sholat Jumat. Sebagai gantinya, perempuan melaksanakan sholat Zuhur seperti biasa.

Ketentuan ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Thariq bin Syihab, Rasulullah SAW bersabda "bahwa sholat Jumat merupakan kewajiban bagi Muslim secara berjamaah, dengan beberapa pengecualian, di antaranya hamba sahaya, perempuan, anak-anak, dan orang sakit." (HR. Abu Dawud)

Artinya, tidak wajib bukan berarti perempuan tidak boleh sholat Jumat. Perempuan tetap diperbolehkan menghadiri sholat Jumat di masjid, selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Hanya saja, sholat Jumat bukan kewajiban bagi mereka.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Inilah Penyebab Hilangnya Keberkahan Rezeki yang Sering Dianggap Sepele oleh Banyak Orang

 

Apa Hikmah dari Ketentuan Ini?

Dalam pembahasan fikih, kewajiban sholat Jumat memang dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu hikmahnya adalah memberikan keringanan kepada perempuan karena adanya kondisi dan tanggung jawab tertentu yang berbeda.

Selain itu, sholat Jumat juga memiliki fungsi sosial. Laki-laki Muslim berkumpul di masjid setiap pekan, mendengarkan khutbah, dan mendapatkan pengingat tentang ajaran Islam. Karena itu, sholat Jumat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan antarumat Islam.

Dari sejarah dan ketentuannya, kita bisa melihat bahwa sholat Jumat bukan sekadar ibadah yang dilakukan setiap pekan, tetapi juga bagian dari syariat yang memiliki ketentuan dan keutamaan tersendiri. Karena itu, kesempatan untuk melaksanakan sholat Jumat di Tanah Suci tentu menjadi salah satu pengalaman ibadah yang banyak dinantikan oleh jemaah umroh.

Menariknya, pilihan perjalanan umroh juga bisa disesuaikan dengan kesempatan ibadah yang ingin didapatkan. Di Baitullah.co.id, tersedia berbagai pilihan paket umroh, termasuk paket dengan kesempatan 2x sholat Jumat selama berada di Tanah Suci.

Jadi, kalau sudah punya niat umroh, kamu bisa mulai melihat pilihan paketnya di Baitullah.co.id dan menemukan perjalanan yang paling sesuai.