Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Mengapa Nuzulul Quran Jatuh pada 17 Ramadan? Ini Penjelasannya

Ilustrasi nuzulul quran, Foto-Freepik
bulan Ramadan.". Namun, ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa Al-Quran pertama kali turun pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam surah Al-Qadr ayat 1:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَۚ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan." (QS. Al-Qadr: 1)


Ulama yang berpegang pada pendapat ini menyatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini didukung oleh riwayat dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan bahwa Al-Quran turun ke langit dunia sekaligus, kemudian turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW.



Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Quran

Meskipun mayoritas umat Islam di Indonesia memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadan, ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa wahyu pertama turun pada 10 malam terakhir Ramadan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Isra ayat 106:

وَقُرْآنًۭا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍۢ وَنَزَّلْنَٰهُ تَنزِيلًۭا

Artinya: “Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (QS. Al-Isra: 106)

Walaupun terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pasti turunnya wahyu pertama, yang terpenting adalah memahami makna dan hikmah dari peristiwa ini.



Makna dan Hikmah Nuzulul Quran

Nuzulul Quran bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Berikut beberapa hikmah dari peringatan Nuzulul Quran:

1. Memahami sejarah turunnya Al-Quran

Dengan memperingati Nuzulul Quran, umat Islam dapat memahami bagaimana Al-Quran diturunkan dan peran pentingnya dalam kehidupan Rasulullah SAW serta umat Islam.


2. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

Mengingat kembali peristiwa turunnya Al-Quran dapat menambah rasa cinta kepada Allah SWT dan meningkatkan semangat dalam menjalankan ajaran Islam.


3. Mendorong umat Islam untuk lebih dekat dengan Al-Quran

Nuzulul Quran menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.


4. Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup

Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi umat Islam. Dengan memperingati Nuzulul Quran, kita diingatkan kembali untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama dalam segala aspek kehidupan.


5. Sebagai syiar Islam

Peringatan Nuzulul Quran menjadi salah satu bentuk dakwah untuk menjaga kemurnian dan kesucian Al-Quran serta mengajak umat Islam untuk selalu berpegang teguh pada ajaran Islam.


Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan. Dengan demikian, kita bisa meraih keberkahan serta petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang selalu mencintai, mengamalkan, dan menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk hidup. Aamiin.