
Kisah Nabi Ibrahim, Dikaruniai Anak Pada Usia 99 Tahun
BAITULLAH.CO.ID – Nabi Ibrahim As memiliki dua putra dari
istri yang berbeda. Putra pertama dari Siti Hajar bernama Nabi Ismail As dan putra kedua dari Siti Sarah bernama Nabi Ishaq As. Berikut kita bahas kisah Nabi Ishaq As.
istri yang berbeda. Putra pertama dari Siti Hajar bernama Nabi Ismail As dan putra kedua dari Siti Sarah bernama Nabi Ishaq As. Berikut kita bahas kisah Nabi Ishaq As.
Nabi Ishaq As adalah adik dari Nabi Ismail As dan keduanya merupakan putra dari Nabi Ibrahim dari ibu yang berbeda. Kehadiran Ishaq pun benar-benar tak disangka karena saat ia lahir, sang ayah, Nabi Ibrahim dan ibunya yang bernama Sarah sudah berusia lanjut.
Selama bertahun-tahun Nabi Ibrahim dan istrinya pertamanya Sarah menanti kehadiran buah hati. Ketika Nabi Ibrahim dengan istrinya yang bernama Hajar sudah memiliki anak bernama Ismail, istri pertamanya belum memiliki keturunan. Setelah usia keduanya tak muda lagi, Allah memberi karuniai seorang putra yang bernama Ishaq.
Baca Juga : Sambut Bulan Suci Ramadhan Dengan Tips Berikut
Baca Juga : Sambut Bulan Suci Ramadhan Dengan Tips Berikut
Diceritakan penulis 365 Days with The Quran, Saniyasnain Khan bahwa pada suatu hari para malaikat memanggil Nabi Ibrahim dan mengatakan kepadanya jika istri pertamanya, Sarah akan segera melahirkan seorang putra. Mendengar perkataan malaikat, Nabi Ibrahim dan istrinya Sarah sangat bahagia.
"Sarah tak percaya mendengarnya! Tapi Allah memberkati mereka dengan seorang putra di usia tua. Mereka menamai putra mereka Ishaq yang kelak juga akan menjadi Nabi," tulis Khan.
Nabi Ishaq adalah anak bungsu dari Nabi Ibrahim dan Sarah. Beliau adalah adik dari Nabi Ismail yang tinggal di Palestina. Nabi Ishaq juga merupakan nenek moyang dari garis nabi mulai dari Nabi Yaqub dan diakhiri dengan Nabi Isa.
"Kelahiran Nabi Ishaq disampaikan para malaikat kepada Nabi Ibrahim ketika sedang dalam perjalanan untuk menghancurkan umat Nabi Luth, karena dosa-dosa mereka," jelas Khan.
Kelahiran Nabi Ishaq pun dianggap sebagai sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim. Itu merupakan hadiah untuk menunjukkan keimanannya kepada Allah yang telah bersedia untuk mengorbankan putra satu-satunya, Nabi Ismail, atas perintah Allah.
Dikutip dari Migo & Ali Love For The Prophet, diceritakan suatu hari, ketika Ibrahim As sedang duduk memikirkan segala sesuatu yang telah Allah berikan kepadanya, tiga malaikat menghampirinya. Nabi Ibrahim tidak tahu bahwa mereka adalah malaikat.
Pada saat itu, Nabi Ibrahim meminta ketiganya bertamu ke rumahnya dan menikmati sejumlah makanan. Nabi Ibrahim As memang selalu memuliakan tamu dan juga orang yang dermawan. Bahkan, Nabi Ibrahim datang membawa anak sapi yang gemuk yang telah dipanggang serta menghidangkannya kepada ketiga tamunya, tetapi mereka tidak makan dan juga tidak minum jamuan yang telah dia hidangkan tersebut.
twitter