Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kabah Itu Bukan Berhala! Islam Tidak Menyembah Kabah, Jangan Salah Paham!

Kabah arah kiblat umat muslim, Foto-Pinterest-teasahalharmain

BAITULLAH.CO.ID – Sebagian orang yang belum memahami Islam mengira bahwa umat Muslim menyembah Ka'bah. Mereka melihat Muslim dari seluruh dunia menghadap Ka’bah saat shalat dan mencium Hajar Aswad ketika berhaji, lalu menyamakannya dengan penyembahan berhala. Padahal, ini adalah kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Dalam Islam, ibadah hanya ditujukan kepada Allah, bukan kepada benda atau makhluk apa pun. Ka'bah bukanlah objek penyembahan, melainkan kiblat, arah yang menyatukan seluruh Muslim dalam beribadah. Ini merupakan bagian dari ketentuan agama yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Baca Juga: Kamu Harus Tahu! Begini Sejarah dan Pembagian Juz dalam Al-Quran

 

Ka’bah: Arah Shalat, Bukan Berhala

Umat Islam menghadap Ka'bah saat shalat karena perintah Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi,

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةًۭ تَرْضَىٰهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Artinya: "Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arahnya. Sesungguhnya orang-orang yang telah diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

 

Ini bukan bentuk penyembahan, tetapi hanya sebagai arah yang sama bagi semua Muslim. Jika seseorang shalat tanpa menghadap Ka'bah, ibadahnya tetap sah selama niatnya kepada Allah. Ka’bah adalah simbol persatuan umat Islam. Di seluruh dunia, Muslim shalat menghadap satu titik yang sama, menunjukkan kebersamaan tanpa membedakan ras, suku, atau negara. Ini membantah anggapan bahwa Muslim menyembah bangunan tersebut, karena yang disembah tetap Allah, bukan Ka’bah itu sendiri.

 

Hajar Aswad dan Sunnah Nabi

Saat berhaji, banyak jemaah mencium Hajar Aswad karena meneladani Rasulullah SAW. Namun, ini bukan bentuk penyembahan. Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, "Aku tahu engkau hanyalah batu, tidak bisa memberi manfaat atau bahaya. Kalau bukan karena Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Hajar Aswad tidak memiliki kekuatan gaib. Muslim yang mencium batu ini melakukannya sebagai bentuk penghormatan kepada sunnah Nabi, bukan karena mempercayai bahwa batu tersebut memiliki kekuatan tertentu. Islam melarang penyembahan benda mati, termasuk patung dan berhala.

 

Islam Melarang Penyembahan Berhala

Islam sangat tegas melarang penyembahan berhala atau benda mati, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Ma’idah ayat 90-91 yang berbunyi,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَـٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۝ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ ٱلْعَدَاوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ فِى ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (meminum) khamar (minuman keras), berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan itu) agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu karena (meminum) khamar dan berjudi, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat. Maka tidakkah kamu mau berhenti?"

 

Tidak ada satu pun ajaran Islam yang mengizinkan umatnya menyembah selain Allah. Semua bentuk ibadah harus murni ditujukan kepada-Nya. Berbeda dengan penyembahan berhala yang meyakini bahwa patung memiliki kekuatan supranatural, dalam Islam, Ka’bah hanyalah sebuah arah. Jika Ka’bah dihancurkan, umat Islam tetap bisa beribadah tanpa bergantung pada bangunan tersebut. Ini membuktikan bahwa Ka’bah bukan objek ibadah, melainkan sekadar simbol persatuan.

 

Anggapan bahwa Muslim menyembah Ka’bah atau Hajar Aswad adalah kesalahpahaman besar. Islam hanya mengajarkan penyembahan kepada Allah, tanpa perantara benda apa pun. Ka’bah adalah kiblat, bukan tuhan, dan Hajar Aswad hanya batu biasa yang dihormati karena mengikuti sunnah Nabi.

Jika ada yang beranggapan bahwa Muslim menyembah Ka’bah, mereka perlu memahami konsep tauhid dalam Islam. Ibadah dalam Islam didasarkan pada keyakinan kepada Allah yang Maha Esa, tanpa melibatkan benda atau patung. Islam menolak segala bentuk penyembahan berhala dan mengajarkan ketauhidan yang murni.

twitter