Kisah
Kisah Raja Namrud yang Membakar Nabi Ibrahim, Diazab Allah Dengan Seekor Nyamuk selama 400 Tahun
- byNaswa
- 12 Desember 2024

Kisah Raja Namrud yang Membakar Nabi Ibrahim, Diazab Allah Dengan Seekor Nyamuk selama 400 Tahun
BAITULLAH.CO.ID – Di tanah Babilonia, hiduplah seorang raja bernama
Namrud bin Kan’an. Ia dikenal sebagai penguasa yang sombong, mengaku sebagai Tuhan, dan memaksa rakyatnya menyembah dirinya. Namun, datanglah Nabi Ibrahim AS membawa ajaran tauhid, menyerukan bahwa hanya Allah SWT yang layak disembah.
Baca Juga: Resolusi Tahun Baru 2025, Begini Contoh Cara Membuatnya!
Namrud bin Kan’an. Ia dikenal sebagai penguasa yang sombong, mengaku sebagai Tuhan, dan memaksa rakyatnya menyembah dirinya. Namun, datanglah Nabi Ibrahim AS membawa ajaran tauhid, menyerukan bahwa hanya Allah SWT yang layak disembah.
Baca Juga: Resolusi Tahun Baru 2025, Begini Contoh Cara Membuatnya!
Suatu hari, Nabi Ibrahim menghancurkan semua berhala yang disembah kaumnya, kecuali satu berhala besar. Ia bahkan meletakkan kapak di leher berhala tersebut. Ketika Namrud dan rakyatnya melihat perbuatan ini, mereka murka.
“Siapa yang telah menghancurkan berhala-berhala ini?” tanya Namrud dengan nada marah.
Nabi Ibrahim menjawab dengan tenang, “Tanyakan saja kepada berhala besar itu, mungkin dia yang melakukannya.”
Mendengar itu, Namrud terdiam sesaat. Ia sadar bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara atau berbuat apa-apa. Namun, ia menolak mengakui kebenaran yang disampaikan Nabi Ibrahim.
“Kamu benar-benar telah menghina kepercayaan kami!” seru Namrud. “Untuk itu, aku akan menghukummu. Kamu akan dibakar hidup-hidup!”
Namrud memerintahkan rakyatnya untuk mengumpulkan kayu sebanyak mungkin. Api yang dinyalakan begitu besar hingga asapnya terlihat dari kejauhan.
Nabi Ibrahim diikat, lalu dilemparkan ke dalam kobaran api menggunakan alat pelontar.
Nabi Ibrahim diikat, lalu dilemparkan ke dalam kobaran api menggunakan alat pelontar.
Namun, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah berfirman:
يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
"Hai api, jadilah dingin, dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim."(QS Al-Anbiya: 69)
Api yang panas itu berubah menjadi dingin. Nabi Ibrahim keluar dari api tanpa luka sedikit pun. Rakyat Babilonia tercengang, namun Namrud tetap bersikeras menolak Allah SWT.
Beberapa hari kemudian, Nabi Ibrahim mendatangi Namrud untuk berdialog.
“Siapa Tuhanmu, Ibrahim?” tanya Namrud dengan nada mengejek.
“Tuhanku adalah Allah, yang menghidupkan dan mematikan,” jawab Nabi Ibrahim.
“Aku juga bisa melakukannya,” kata Namrud sambil memanggil dua orang tahanan. Ia membunuh salah satu dari mereka dan membebaskan yang lain. “Lihat? Aku juga bisa menghidupkan dan mematikan.”
Nabi Ibrahim tersenyum dan berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur. Jika kamu Tuhan, maka terbitkanlah matahari dari barat.”
Namrud terdiam. Ia tidak mampu menjawab tantangan itu, namun kesombongannya membuatnya tetap membangkang.
Karena keangkuhannya, Allah mengirimkan azab berupa seekor nyamuk kecil. Nyamuk itu masuk ke dalam hidung Namrud dan bersarang di kepalanya. Setiap hari, nyamuk itu menggigit dan menghisap darah, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.
twitter