Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Mulai 2026, Pemeriksaan Kesehatan Haji Makin Ketat: Kenali 11 Penyakit yang Bisa Menghalangi Keberangkatan

Para jemaah sedang melaksanakan shalat di masjid nabawi, sumber: zurijeta-freepik

BAITTULLAH.CO.ID - Menunaikan ibadah haji adalah impian bagi setiap umat Muslim. Namun, mulai tahun 2026, calon jemaah haji Indonesia harus melewati pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat. Tujuannya adalah memastikan setiap jemaah dalam kondisi fisik dan mental yang baik agar bisa menjalani ibadah haji dengan nyaman dan aman.

Dilansir detikHikmah, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, bersama Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah, sepakat untuk melakukan pemeriksaan acak di bandara, hotel, dan area Masyair. Jika seseorang tidak memenuhi syarat, mereka bisa ditolak atau dipulangkan. Penyelenggara yang melanggar aturan bisa dikenai denda.

Baca Juga: Saudi Luncurkan Kain Ihram Super Sejuk, Nyaman Dipakai Meski Cuaca Panas


Syarat Dasar Kesehatan Haji

Agar bisa berangkat haji, setiap calon jemaah perlu memenuhi syarat kesehatan berikut:

- Tidak memiliki penyakit menular atau penyakit kronis yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.

- Fisik cukup kuat untuk melakukan perjalanan dan aktivitas selama ibadah haji.

- Mampu mengelola penyakit yang diderita agar tidak mengganggu ibadah.


Penyakit yang Perlu Diperhatikan

Dilansir detikHikmah dan Kompas.com, beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan calon jemaah tidak lolos pemeriksaan kesehatan:

  • Penyakit Jantung Koroner

Aktivitas haji yang padat bisa memicu serangan jantung, sehingga berisiko bagi yang belum stabil.

  • Diabetes Tidak Terkontrol

Gula darah yang tidak terjaga bisa menyebabkan komplikasi serius dan mengganggu ibadah.

  • Gagal Ginjal

Mereka yang memerlukan dialisis rutin akan kesulitan menjalani haji karena fasilitas medis di Tanah Suci terbatas.

  • Kanker Stadium Lanjut

Kondisi fisik yang lemah dan butuh perawatan intensif membuat perjalanan jauh berisiko memperburuk kesehatan.

  • Stroke

Jemaah yang baru pulih dari stroke rentan mengalami kambuh, apalagi saat berada di kerumunan.

  • Hipertensi Tidak Terkontrol

Tekanan darah tinggi yang tidak stabil bisa memicu komplikasi jantung atau stroke saat menjalani ibadah.

  • Penyakit Paru Kronis (COPD)

Aktivitas fisik dan cuaca panas bisa memperparah gejala sesak napas.

  • Gangguan Mental Berat

Kondisi seperti skizofrenia atau bipolar yang tidak terkelola bisa menyebabkan perilaku tidak terduga, bahkan membahayakan diri sendiri atau orang sekitar.

  • Penyakit Menular Aktif

Misalnya tuberkulosis atau hepatitis yang belum terkendali, karena berisiko menular ke jemaah lain.

  • Penyakit Autoimun Tidak Terkontrol

Lupus atau rheumatoid arthritis yang tidak stabil bisa menyebabkan komplikasi serius selama ibadah.

  • Epilepsi Tidak Terkontrol

Kejang yang terjadi mendadak di tengah kerumunan bisa membahayakan tanpa pengawasan medis yang memadai.


Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa aturan ini bertujuan untuk memastikan jemaah Indonesia yang berangkat aman, nyaman, dan bisa menjalani ibadah haji dengan khusyuk. "Calon jemaah dengan kondisi tersebut berpotensi tidak lolos pemeriksaan kesehatan di Indonesia maupun ditolak berangkat atau bahkan dipulangkan oleh pihak Arab Saudi," kata Irfan dikutip dari kompas.com.

Jadi, bagi calon jemaah haji, menjaga kesehatan fisik dan mental sejak jauh-jauh hari adalah langkah penting agar perjalanan ke Tanah Suci lancar dan ibadah bisa maksimal. Mulai dari pola makan sehat, rutin cek kesehatan, hingga mengelola penyakit yang ada dengan baik, semua itu akan sangat membantu agar tetap lolos pemeriksaan istitha’ah.

Cek paket haji khusus terbaru hanya di baitullah.co.id 

twitter