Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Mulai dari Rp10 Ribu, Penjual Es Ini Wujudkan Mimpi Haji dalam 21 Tahun

Penjual es mung-mung asal Cirebon yang menjadi jemaah Haji 2026, Foto: Detik.com

CERITABAITULLAH - Menunaikan ibadah haji adalah impian hampir setiap Muslim. Namun, tidak semua orang memiliki jalan yang mudah untuk sampai ke Tanah Suci. Ada yang harus melalui perjuangan panjang, penuh kesabaran, dan pengorbanan. Ini dia salah satu kisah inspiratif jemaah haji datang dari sosok sederhana yang membuktikan bahwa niat yang tulus bisa mengalahkan keterbatasan.

Di tengah panasnya jalanan dan rutinitas yang tak pernah mudah, seorang penjual es keliling menjalani hidupnya dengan penuh ketekunan. Setiap hari ia mendorong gerobaknya, menyusuri gang demi gang, demi mencari nafkah. Ternyata dibalik itu semua, ia menyimpan satu mimpi besar yaitu keinginannya berangkat haji.


Menabung dari Nominal Kecil, yang Penting Konsisten

Perjalanan menuju Baitullah yang ia jalani tidak instan. Sejak tahun 2005, ia mulai menyisihkan uang dari hasil jualannya setiap hari. Jumlahnya pun tidak besar, kadang hanya Rp10.000 sampai Rp20.000. Bahkan di hari tertentu, kalau ada lebih, ia bisa menabung lebih banyak. Tapi kalau sedang sepi, ya seadanya saja.

Yang penting, ia tetap berusaha menabung secara rutin. Dari sini kita bisa lihat, bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal konsistensi dan niat yang dijaga.


Ujian dan Tantangan yang Pasti Ada

Sebagai pedagang kecil, penghasilannya tidak selalu stabil. Kadang ramai, tapi sering juga sepi, apalagi saat musim hujan. Kalau hujan turun, dagangannya jadi susah laku. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari saja kadang terasa berat.

Tapi meskipun begitu, ia tidak menyerah. Niat untuk pergi haji tetap ia pegang. Baginya, sedikit demi sedikit yang penting terus jalan.


Dari Jualan Sederhana Sampai Bisa ke Tanah Suci

Awalnya, ia hanya jualan pakai gerobak dorong sederhana. Setiap hari keliling, dari satu tempat ke tempat lain. Lama-lama, usahanya mulai berkembang. Ia bisa pakai motor untuk jualan, bahkan sempat punya beberapa karyawan.

Dari usaha kecil itulah, akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya pergi ke Tanah Suci. Rasa haru dan bahagia tentu tak bisa disembunyikan. Perjalanan panjang selama 21 tahun akhirnya terbayar lunas.

Cerita ini juga menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa berangkat haji, tidak harus menunggu kaya. Yang terpenting adalah kemauan dan usaha yang terus dijaga.


Baca Juga: Catat! Oleh-Oleh Haji 2026 Kini Bebas Pajak, Ini Aturan Barunya

Setiap perjalanan ke Baitullah memang punya cerita masing-masing. Mungkin saat ini kamu juga sedang berada di fase menabung, mempersiapkan diri, atau bahkan sudah siap berangkat.

Kalau kamu ingin mulai merencanakan perjalanan umroh dan haji dengan lebih matang, kamu bisa mencari informasi paket terpercaya di Baitullah.co.idSiapa tahu, kisah inspiratif berikutnya adalah tentang kamu.

twitter