Apa Itu Badal Umrah? Ini Penjelasan, Syarat, dan Ketentuannya dalam Islam
- byRiana Kharissa Putri
- 24 Agustus 2026
Memahami Pelaksanaan Umrah untuk Orang Lain
Ada kalanya seseorang sangat ingin menunaikan umrah, tetapi kondisi kesehatan atau usia membuatnya tidak mampu berangkat sendiri. Ada pula keluarga yang ingin melaksanakan ibadah untuk orang tua atau kerabat yang telah meninggal dunia. Dalam kondisi seperti ini, istilah badal umrah mungkin pernah kita dengar.
Lalu, bagaimana sebenarnya ketentuan badal umrah dalam Islam?
Mengenal Badal Umrah
Badal umrah adalah pelaksanaan ibadah umrah oleh seseorang atas nama orang lain yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak dapat melaksanakannya sendiri.
Dalam pembahasan fikih, badal umrah dapat berkaitan dengan orang yang sudah lanjut usia, mengalami sakit yang membuatnya tidak mampu melakukan perjalanan, atau seseorang yang telah meninggal dunia.
Karena termasuk ibadah, pelaksanaannya tentu perlu memperhatikan ketentuan syariat dan pendapat ulama.
Dasar Pelaksanaan Badal
Salah satu dasar yang sering digunakan dalam pembahasan ibadah atas nama orang lain adalah hadis tentang seorang sahabat yang berhaji untuk Syubrumah.
Rasulullah ﷺbertanya apakah ia sudah berhaji untuk dirinya sendiri. Ketika dijawab belum, Rasulullah ﷺmemerintahkannya untuk berhaji bagi dirinya terlebih dahulu, kemudian untuk Syubrumah.
Hadis tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pembahasan mengenai pelaksanaan ibadah untuk orang lain. Ketentuan ini juga menjadi perhatian dalam pembahasan badal umrah.
Baca Juga : Doa Ketika Kena Musibah, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya
Siapa yang Bisa Dibadalkan Umrahnya?
Badal umrah umumnya dibahas untuk seseorang yang memiliki uzur sehingga tidak mampu melaksanakan umrah sendiri, misalnya karena usia yang sangat lanjut atau kondisi sakit yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan.
Badal juga dibahas untuk orang yang telah meninggal dunia. Namun, terdapat rincian pendapat ulama mengenai persoalan ini sehingga sebaiknya tidak menyamaratakan setiap kondisi.
Jika keluarga ingin melakukan badal umrah untuk seseorang, berkonsultasi dengan ustaz atau pembimbing ibadah yang memahami fikih dapat membantu memastikan pelaksanaannya.
Syarat Orang yang Melakukan Badal
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah orang yang melakukan badal perlu terlebih dahulu menunaikan ibadah untuk dirinya sendiri.
Dalam penjelasan fikih mengenai badal umrah, orang yang membadalkan juga disebut harus sudah menunaikan ibadah haji untuk dirinya. Ketentuan ini berkaitan dengan hadis tentang Syubrumah yang telah dijelaskan sebelumnya.
Artinya, seseorang tidak sebaiknya mendahulukan ibadah atas nama orang lain sementara kewajiban ibadah untuk dirinya sendiri belum ditunaikan.
Bagaimana Badal untuk Orang yang Telah Meninggal?
Badal untuk orang yang telah meninggal juga menjadi pembahasan dalam fikih. Sebagian ulama membolehkannya dengan ketentuan tertentu.
Karena terdapat perbedaan rincian pendapat, keluarga sebaiknya mencari penjelasan dari pihak yang memahami fikih agar dapat menentukan pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi orang yang akan dibadalkan.
Yang terpenting, badal umrah tidak hanya dipahami sebagai perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga sebagai ibadah yang memiliki aturan dan ketentuan.
Pentingnya Memahami Ketentuan Sebelum Berangkat
Bagi seseorang yang ingin melakukan badal umrah, memahami ketentuannya sejak awal sangat penting. Mulai dari kondisi orang yang dibadalkan, orang yang melaksanakan, hingga tata cara dan niatnya perlu diperhatikan.
Sementara bagi jamaah yang akan melaksanakan umrah untuk dirinya sendiri, persiapan seperti mempelajari manasik, menjaga kesehatan, dan memahami rangkaian ibadah juga tidak kalah penting.
Dengan persiapan yang baik, perjalanan ke Tanah Suci diharapkan dapat dijalankan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.
Baca Juga : Cara Menjaga Pola Makan Saat Melaksanakan Umrah agar Tetap Sehat, Bugar, dan Nyaman Beribadah di Tanah Suci
Badal umrah merupakan pembahasan dalam fikih mengenai pelaksanaan umrah atas nama orang lain dalam kondisi tertentu. Ada ketentuan yang perlu diperhatikan, terutama mengenai siapa yang dapat dibadalkan dan siapa yang dapat melaksanakannya.
Karena terdapat rincian dan perbedaan pendapat dalam persoalan fikih, sebaiknya jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi singkat. Konsultasikan kepada pembimbing atau ahli agama yang terpercaya agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang diyakini.
Jika Anda sedang mempersiapkan perjalanan umrah untuk diri sendiri maupun keluarga, Tanya Ummi siap membantu memberikan informasi mengenai persiapan, jadwal keberangkatan, dan pilihan paket umrah. Anda dapat berkonsultasi melalui WhatsApp 08170077070 agar persiapan menuju Baitullah terasa lebih jelas dan tenang.





.jpg)


