11 Ayat Al-Quran tentang Gunung dan Gunung Meletus, Lengkap dengan Arab & Artinya
- byNaswa
- 09 September 2026
CERITABAITULLAH - Gunung selama ini dikenal sebagai bagian dari alam yang kokoh dan berdiri tegak. Namun, bagaimana Al-Qur'an menggambarkan gunung ketika terjadi peristiwa besar? Fenomena gunung meletus yang terjadi di berbagai wilayah memang merupakan bagian dari dinamika alam. Erupsi dapat mengeluarkan lava, abu vulkanik, batuan, hingga gas dari dalam bumi. Bagi seorang Muslim, berbagai fenomena alam juga bisa menjadi pengingat untuk melihat kembali kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Di dalam Al-Qur'an, gunung atau الجِبَالُ(al-jibāl) disebut dalam banyak ayat. Beberapa di antaranya menggambarkan gunung yang berguncang, berjalan, dihancurkan, hingga menjadi seperti bulu yang berhamburan.
Namun, penting dipahami bahwa ayat-ayat tersebut banyak berbicara tentang peristiwa hari kiamat, bukan penjelasan ilmiah mengenai proses gunung meletus. Gambaran tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya kekuasaan Allah SWT pada hari akhir.
1. Surah Al-Muzzammil Ayat 14
Allah SWT berfirman:
يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا
Yauma tarjuful-arḍu wal-jibālu wa kānatil-jibālu kaṡībam mahīlā.
Artinya: “Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang, dan gunung-gunung menjadi seperti tumpukan pasir yang berterbangan.”
Ayat ini menggambarkan dahsyatnya keadaan pada hari kiamat. Bumi dan gunung yang selama ini terlihat kokoh akan mengalami guncangan yang luar biasa.
2. Surah Al-Kahfi Ayat 47
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Wa yauma nusayyirul-jibāla wa taral-arḍa bārizataw wa ḥasyarnāhum fa lam nugādir min-hum aḥadā.
Artinya: “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata, lalu Kami kumpulkan mereka seluruhnya dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.”
Gunung yang biasanya menjadi simbol kekokohan digambarkan akan digerakkan oleh Allah SWT. Ayat ini menjadi bagian dari gambaran tentang keadaan bumi pada hari kiamat.
3. Surah At-Takwir Ayat 3
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
Wa iżal-jibālu suyyirat.
Artinya: “Dan apabila gunung-gunung dihancurkan.”
Ayat ini termasuk rangkaian gambaran mengenai berbagai peristiwa besar pada hari kiamat. Gunung yang tampak kokoh di dunia tidak lagi berada dalam keadaan seperti biasanya.
4. Surah Al-Mursalat Ayat 10
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ
Wa iżal-jibālu nusifat.
Artinya: “Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu.”
Kata نُسِفَتْ(nusifat) menggambarkan gunung yang dihancurkan atau diterbangkan. Gambaran ini kembali menunjukkan dahsyatnya perubahan alam ketika hari kiamat tiba.
5. Surah Al-Qari'ah Ayat 5
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
Wa takūnul-jibālu kal-'ihnil-manfūsy.
Artinya: “Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
Bayangkan sesuatu yang selama ini terlihat besar dan kokoh berubah menjadi sesuatu yang ringan dan berhamburan. Begitulah Al-Qur'an menggambarkan keadaan gunung pada hari kiamat.
6. Surah Al-Haqqah Ayat 14
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
Wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah.
Artinya: “Dan bumi dan gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan sekali benturan.”
Ayat ini memberikan gambaran tentang kedahsyatan hari kiamat. Bumi dan gunung yang menjadi bagian dari kehidupan manusia akan mengalami perubahan yang sangat besar.
7. Surah Al-Ma'arij Ayat 9
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
Wa takūnul-jibālu kal-'ihn.
Artinya:“Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu.”
Gambaran serupa kembali disebutkan dalam ayat ini. Gunung yang identik dengan sesuatu yang kokoh justru digambarkan menjadi seperti bulu.
Baca Juga: Penerbangan Umrah Batal Akibat Erupsi Krakatau? Ini 3 Opsi Biar Tiket Kamu Nggak Hangus!
8. Surah Thaha Ayat 105
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا
Wa yas'alūnaka 'anil-jibāli fa qul yansifuhā rabbī nasfā.
Artinya: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, ‘Tuhanku akan menghancurkannya sehancur-hancurnya.’”
Ayat ini secara jelas menggambarkan bahwa gunung pada akhirnya akan dihancurkan oleh kekuasaan Allah SWT.
9. Surah An-Naml Ayat 88
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
Wa taral-jibāla taḥsabuhā jāmidataw wa hiya tamurru marras-saḥāb, ṣun'allāhillażī atqana kulla syaī', innahū khabīrum bimā taf'alūn.
Artinya: “Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti jalannya awan. (Begitulah) ciptaan Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini mengajak manusia untuk menyadari bahwa sesuatu yang terlihat kokoh dan diam pun berada sepenuhnya dalam kekuasaan Allah SWT.
10. Surah Al-A'raf Ayat 171
وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wa iż nataqnal-jabala fauqahum ka'annahū ẓullatuw wa ẓannū annahū wāqi'um bihim, khużū mā ātainākum biquwwatiw ważkurū mā fīhi la'allakum tattaqūn.
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung di atas mereka seakan-akan gunung itu naungan awan dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan,) ‘Peganglah teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.’”
Ayat ini mengandung pelajaran tentang kekuasaan Allah sekaligus perintah untuk berpegang teguh pada petunjuk-Nya.
11. Surah Al-Waqi'ah Ayat 5
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
Wa bussatil-jibālu bassā.
Artinya: “Dan gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya.”
Sekali lagi, Al-Qur'an menggambarkan gunung dalam kondisi yang sangat berbeda dari keadaan yang kita lihat sekarang.
Gunung Meletus dan Pengingat tentang Kekuasaan Allah
Ketika melihat gunung meletus, manusia mungkin akan langsung memikirkan kekuatan alam yang begitu besar. Abu vulkanik yang memenuhi udara, lava yang mengalir, hingga suara erupsi menunjukkan bahwa alam tidak selalu berada dalam keadaan tenang. Namun, dalam perspektif Islam, fenomena alam juga dapat menjadi sarana untuk bertafakur.
Al-Qur'an tidak menjelaskan setiap gunung meletus sebagai tanda kiamat. Begitu pula ayat-ayat tentang gunung yang dihancurkan di atas berbicara terutama mengenai peristiwa besar pada hari kiamat.
Karena itu, kita tidak perlu menghubungkan setiap erupsi dengan kepastian bahwa kiamat sudah dekat. Yang bisa dilakukan adalah menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan seluruh alam berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Gempa Bumi dalam Hadis sebagai Salah Satu Tanda Kiamat
Selain Al-Qur'an, terdapat pula hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut banyaknya gempa sebagai salah satu tanda yang berkaitan dengan hari kiamat. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ...»
“Tidak akan terjadi kiamat hingga ilmu dicabut dan banyak terjadi gempa bumi...” Hadis tersebut diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari.
Namun, hadis tentang tanda-tanda kiamat juga perlu dipahami dengan hati-hati. Terjadinya satu gempa atau satu erupsi tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan bahwa kiamat akan segera terjadi.
Yang lebih utama adalah mengambil pelajarannya, setiap peristiwa alam dapat menjadi pengingat agar manusia semakin mengenal kebesaran Allah dan mempersiapkan diri dengan amal yang baik.
Jadikan Fenomena Alam sebagai Pengingat untuk Mendekat kepada Allah
Gunung yang terlihat kokoh ternyata dapat berubah. Bumi yang kita pijak juga tidak selamanya berada dalam keadaan yang sama. Al-Qur'an menggambarkan bagaimana gunung akan dihancurkan, diguncangkan, bahkan menjadi seperti bulu yang berhamburan ketika hari kiamat tiba. Gambaran tersebut bukan sekadar tentang gunung, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia memiliki akhir.
Karena itu, ketika melihat berita tentang gunung meletus, gempa bumi, atau berbagai fenomena alam lainnya, jangan hanya berhenti pada rasa takut atau kagum. Jadikan momen tersebut untuk kembali mengingat Allah SWT, memperbanyak doa, memperbaiki ibadah, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah dunia. Wallāhu a'lam bish-shawāb.
Ayat-ayat tentang dahsyatnya gunung dan hari kiamat mengingatkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan kekuasaan Allah. Selagi masih diberi kesempatan, yuk tambah bekal ibadah dan mulai wujudkan niat ke Tanah Suci.
Cari berbagai pilihan paket umroh dari travel terpercaya hanya di Baitullah.co.id, dan temukan paket yang paling sesuai untuk perjalananmu #HanyaDenganNiatBisaBerangkat







.jpg)