Arab Saudi Ubah Sampah Jadi Listrik dan Air Bersih untuk Jemaah Haji & Umroh
- byNaswa
- 13 Oktober 2025
BAITULLAH.CO.ID - Arab Saudi terus berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi jutaan jemaah haji dan umrah yang datang setiap tahunnya. Kali ini, Saudi meluncurkan proyek keren dan ramah lingkungan yaitu mengubah sampah jadi sumber listrik dan air bersih untuk kebutuhan para jemaah di Tanah Suci.
Proyek ini pertama kali dipresentasikan dalam Forum Riset Haji, Umrah, dan Kunjungan yang digelar di Madinah pada Kamis, 9 Oktober 2025. Dalam acara itu, para peneliti dan akademisi Saudi menjelaskan bagaimana sampah yang terkumpul dari kawasan suci diolah menggunakan teknologi pembakaran canggih. Hasilnya bukan hanya pengurangan volume limbah, tapi juga energi listrik dan air yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para jemaah.
Baca Juga: Ternyata Durasi Pelaksanaan Umroh Cuman 115 Menit! Begini Penjelasannya
Dari hasil penelitian, proyek ini punya potensi luar biasa. Setiap harinya, sekitar 20.000 ton sampah padat dan 550 ton lumpur bisa diolah untuk menghasilkan lebih dari 12.500 megawatt-jam listrik serta 22 juta liter air bersih. Selain bermanfaat besar bagi kebutuhan energi dan kebersihan, proyek ini juga mampu mengurangi volume sampah hingga 90 persen, berkat sistem pemantauan pintar yang diterapkan.
Semua ini sejalan dengan Visi Saudi 2030, program besar pemerintah Arab Saudi yang mendorong efisiensi energi, modernisasi layanan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah berharap proyek ini bisa menjadi contoh bagi dunia tentang bagaimana ibadah dan inovasi bisa berjalan beriringan tanpa merusak alam.
Manfaat paling terasa dari proyek ini bisa dilihat di Masjidil Haram di Makkah, tempat jutaan umat Islam dari berbagai negara beribadah setiap tahunnya. Masjid terbesar di dunia ini memang dikenal tak pernah gelap. Bayangkan, ada lebih dari 120.000 unit lampu yang menerangi seluruh area masjid, mulai dari halaman, menara, hingga atap. Belum lagi 6.900 lampu gantung besar dan lebih dari seribu lampu tambahan di dinding dan tiang luar. Dengan konsumsi energi sebesar itu, wajar jika kebutuhan listrik di kawasan suci begitu tinggi.
Karena itulah langkah Arab Saudi mengubah sampah menjadi energi listrik dan air bersih jadi solusi yang cerdas sekaligus inspiratif. Proyek ini bukan cuma tentang teknologi tinggi, tapi juga tentang kepedulian terhadap bumi dan kenyamanan jemaah. Dengan energi yang dihasilkan dari sampah, Tanah Suci bisa tetap terang benderang dan bersih tanpa bergantung sepenuhnya pada sumber energi konvensional.
Lebih dari itu, proyek ini juga mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk menjadikan Makkah dan Madinah sebagai kota suci yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, semua limbah yang sebelumnya dianggap tak berguna kini bisa kembali memberi manfaat besar. Inovasi ini membuktikan bahwa melayani tamu Allah tidak hanya soal fasilitas dan kenyamanan, tapi juga soal menjaga ciptaan-Nya dengan cara yang bijak dan berkelanjutan.

.jpg)






