BAITULLAH.CO.ID - Mandi merupakan salah satu bentuk bersuci dalam Islam. Pada kondisi tertentu, mandi menjadi wajib, seperti bagi orang yang junub, perempuan haid atau nifas, sebelum melaksanakan ibadah misalnya shalat, puasa, atau membaca Al-Quran. Namun, selain mandi wajib, Islam juga mengenal mandi sunnah, yaitu mandi yang dianjurkan untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu sebagai bentuk kesempurnaan ibadah dan menjaga kebersihan diri.
Dalam kitab Fathul Qarib, Ibnu Qasim al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat 17 macam mandi yang disunnahkan dalam Islam. Anjuran mandi ini juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai kesempatan. Berikut penjelasannya:
1. Mandi Hari Jumat
Mandi ini disunnahkan bagi setiap muslim yang hendak melaksanakan shalat Jumat. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbit fajar hingga sebelum shalat Jumat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa hendak melaksanakan shalat Jumat, hendaklah ia mandi.” (HR. Muslim).
2–3. Mandi Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
Mandi sunnah ini dilakukan sebelum berangkat melaksanakan shalat sunnah Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Kesunnahannya dimulai sejak pertengahan malam hingga sebelum shalat. Nabi Muhammad SAW diriwayatkan mandi sebelum shalat Idul Fitri dan Idul Adha.
4. Mandi Saat Akan Melaksanakan Shalat Istisqa
Shalat istisqa adalah shalat untuk memohon hujan. Karena dilakukan secara berjamaah dan dihadiri banyak orang, mandi sunnah dianjurkan agar menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama.
5–6. Mandi Saat Akan Melaksanakan Shalat Gerhana
Baik gerhana matahari (kusuf) maupun gerhana bulan (khusuf), mandi sunnah dianjurkan sebelum melaksanakan shalat gerhana karena pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah.
7. Mandi Setelah Memandikan Mayat
Orang yang selesai memandikan mayat disunnahkan untuk mandi, baik mayat tersebut muslim maupun non muslim. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW. Namun, mandi ini bersifat sunnah, bukan wajib.
8. Mandi bagi Orang yang Baru Masuk Islam
Orang yang baru masuk Islam disunnahkan untuk mandi, selama ia tidak dalam keadaan junub atau haid. Jika ia junub atau haid, maka hukum mandinya menjadi wajib. Kesunnahan ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat yang masuk Islam.
9. Mandi bagi Orang Gila, Mabuk, atau Epilepsi yang Telah Sadar
Seseorang yang mengalami hilang kesadaran lalu kembali sadar disunnahkan mandi, selama tidak terbukti keluar mani. Jika terbukti keluar mani, maka hukum mandinya menjadi wajib.
10. Mandi Saat Akan Melakukan Ihram
Mandi sunnah ini dilakukan sebelum mengenakan ihram untuk haji atau umrah. Kesunnahan ini berlaku bagi laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan bagi perempuan haid atau nifas. Jika tidak menemukan air, disunnahkan untuk bertayammum.
11. Mandi Saat Akan Memasuki Kota Makkah
Baik bagi orang yang melaksanakan haji maupun umroh, disunnahkan mandi sebelum memasuki Kota Makkah sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah suci.
12. Mandi Saat Akan Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji. Oleh karena itu, mandi sunnah dianjurkan pada tanggal 9 Dzulhijjah sebelum melaksanakan wukuf.
13. Mandi Saat Akan Bermalam di Muzdalifah
Jemaah haji disunnahkan mandi sebelum bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
14. Mandi Saat Akan Melempar Jumrah
Setiap hari melempar jumrah pada hari-hari tasyriq disunnahkan mandi satu kali. Namun, mandi khusus untuk melempar jumrah aqabah pada hari Nahar tidak disunnahkan karena waktunya berdekatan dengan mandi wukuf.
15. Mandi Saat Akan Melaksanakan Tawaf Qudum
Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika pertama kali memasuki Makkah. Sebelum melaksanakannya, disunnahkan mandi.
16. Mandi Saat Akan Melaksanakan Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah merupakan rukun haji yang dilakukan setelah kembali dari Arafah. Sebelum melaksanakannya, disunnahkan mandi.
17. Mandi Saat Akan Melaksanakan Tawaf Wada
Tawaf wada dilakukan saat hendak meninggalkan Kota Makkah. Mandi sebelum melaksanakannya juga termasuk mandi sunnah.
Baca Juga: Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Siapkan Relawan Pertolongan Pertama untuk Jemaah
Selain 17 mandi sunnah di atas, para ulama juga menyebutkan ada beberapa mandi sunnah lainnya. Misalnya mandi setelah berbekam, saat mau itikaf, setiap malam di bulan Ramadhan, saat mencukur bulu kemaluan, dan ketika akan masuk Kota Madinah.
Itulah penjelasan tentang 17 macam mandi sunnah dalam Islam. Dengan tahu dan mengamalkannya, semoga ibadah kita jadi lebih bersih, lebih maksimal, dan bernilai sunnah di sisi Allah SWT. Semoga bermanfaat.

.jpeg)





.jpg)
-(1).jpg)