Masjidil Haram Pakai Smart Crowd System, Antisipasi Lonjakan Jemaah Ramadhan
- byNaswa
- 27 Januari 2026
BAITULLAH.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Arab Saudi mulai menerapkan teknologi bernama Smart Crowd System di Masjidil Haram, Makkah. Teknologi ini digunakan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan jumlah jemaah umroh yang biasanya meningkat pesat selama Ramadhan hingga musim haji.
Mengutip laporan Gulf News dan Arab News, sistem berbasis teknologi pintar ini memungkinkan pemantauan pergerakan jemaah secara real-time di seluruh area Masjidil Haram, termasuk pintu masuk dan keluar. Dengan menggunakan data langsung dari lapangan, petugas dapat mengetahui tingkat kepadatan jemaah, mendeteksi potensi kemacetan, serta mengatur arus pergerakan agar tetap aman dan tertib.
Pantau Kepadatan Jemaah Secara Real-Time
Smart Crowd System memberikan kemudahan bagi otoritas pengelola dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Ketika terjadi penumpukan jemaah dalam satu titik tertentu, petugas dapat segera mengalihkan arus pejalan kaki ke area lain guna mencegah kepadatan berlebih, terutama di zona-zona krusial.
Teknologi ini dirancang untuk berfungsi optimal pada waktu-waktu puncak, seperti saat shalat berjamaah, malam-malam Tarawih, dan biasanya peningkatan jemaah umroh ketika jutaan peziarah memadati Masjidil Haram. Dengan sistem ini, distribusi jemaah di berbagai lantai, halaman, dan koridor masjid dapat diatur lebih mudah dan merata.
Baca Juga: Adab Menagih Hutang Menurut Islam, Sahabat Perlu Tahu
Bagian dari Transformasi Digital Dua Masjid Suci
Penerapan Smart Crowd System menjadi bagian dari strategi besar digitalisasi yang dijalankan pemerintah Arab Saudi dalam pengelolaan Dua Masjid Suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran jemaah, khususnya pada waktu-waktu tertentu dalam kalender Islam.
Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menegaskan bahwa pemanfaatan data real-time memungkinkan petugas lebih responsif dalam menangani situasi di lapangan, terutama di area yang rawan kepadatan. Dengan dukungan teknologi cerdas ini, pengelolaan kerumunan jemaah di Masjidil Haram diharapkan semakin efektif dan adaptif, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan khusyuk selama Ramadhan maupun musim haji.



.jpg)



