Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Doa dan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Ilustrasi seorang hamba sedang berdoa setelah selesai shalat, sumber:Freepik

CERITABAITULLAH - Memasuki bulan Dzulhijjah, suasana ibadah mulai terasa berbeda. Banyak umat muslim mulai memperbanyak doa, puasa sunnah, hingga mempersiapkan ibadah kurban dan haji.

Tahukah sahabat?
10 hari pertama Dzulhijjah termasuk hari-hari paling mulia dalam Islam. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa amal soleh di hari-hari ini sangat dicintai Allah SWT.  Karena itu, jangan sampai melewatkan momen istimewa ini hanya seperti hari biasa.


Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).” (HR. Bukhari)

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, tahlil, doa, sedekah, hingga puasa sunnah.


Bacaan Dzikir yang Dianjurkan di Awal Dzulhijah

1. Bacaan Takbir

اَللّٰهُ أَكْبَرُ

Allāhu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar.


2. Bacaan Tahmid

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

Alhamdulillāh
Artinya: Segala puji bagi Allah.


3. Bacaan Tahlil

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Lā ilāha illallāh
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.


4. Bacaan Istighfar

أَسْتَغْفِرُاللّٰهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal ‘azhīm wa atūbu ilaih
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan bertaubat kepada-Nya.


Doa yang Bisa Diamalkan di Awal Dzulhijah 

Salah satu doa yang banyak diamalkan menjelang pergantian tahun Hijriah dan memasuki bulan Dzulhijjah adalah doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَهُ وَوَعَدْ تَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. Allâhumma mâ 'amiltu fî hâdzihis sanati mimmâ nahaitanî 'anhu fa lam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî wa da'autanî ilat taubati minhu ba'da jur'atî 'alâ ma'shiyatika. Fa innî astaghfiruka faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhahu wa wa'adtanî 'alaihits tsawâba fas'alukallâhumma yâ karîmu yâ dzal jalâli wal ikrâmi an tataqabbalahu minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: "Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang aku belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu) kepadaku padahal Engkau berkuasa memberikan siksaan kepadaku, dan Engkau telah menyeru kepadaku untuk bertaubat sesudah aku berani berbuat maksiat kepada-Mu. Maka sesungguhnya aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala apa yang telah aku kerjakan di dalam tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku memohon kepada-Mu, Ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya."


Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

1. Puasa Sunnah Dzulhijjah

Rasulullah SAW biasa melaksanakan puasa pada 9 hari pertama Dzulhijjah. Puasa ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena besarnya keutamaan hari-hari tersebut.

2. Berkurban

Idul Adha identik dengan ibadah kurban, sebagai bentuk keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menaati perintah Allah SWT. Selain menjadi ibadah, kurban juga mengajarkan kepedulian dan berbagi kepada sesama.

3. Memperbanyak Sedekah

Sedekah di hari-hari mulia memiliki keutamaan yang besar. Tidak harus selalu dalam jumlah besar, bahkan membantu orang lain atau berbagi makanan pun termasuk sedekah.

4. Ibadah Haji 

Bulan Dzulhijjah juga menjadi momen berkumpulnya jutaan umat Islam di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Bagi yang belum berkesempatan berhaji, memperbanyak ibadah dan doa dari rumah pun tetap bisa menjadi ladang pahala yang luar biasa.

Musim umroh 1448 H sudah dibuka! Yuk amankan paket umroh sahabat dari sekarang di Baitullah.co.id dan nikmati promo diskon hingga 2 juta rupiah

5. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjahdan memiliki keutamaan besar.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Artinya: "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
(HR. Muslim)


Baca Juga: Syarat Berkurban Idul Adha yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih Hewan Kurban

MasyaAllah… luar biasa banget ya keutamaan hari 10 hari Dzulhijjah. Kalau sahabat juga sedang mempersiapkan kurban tahun ini, yuk konsultasi dulu bareng Tanya UMMI di Baitullah.co.id. Mulai dari pilih hewan sampai informasi kurban sesuai budget, semuanya siap dibantu dengan nyaman dan amanah. Dzulhijjah

twitter