Pemerintah Rancang Terminal Khusus untuk Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi
- byNaswa
- 10 April 2026
CERITABAITULLAH - Pemerintahan Indonesia terus melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan haji agar semakin nyaman dan efisien bagi jemaah. Salah satu langkah terbaru adalah rencana pembangunan terminal khusus haji Indonesia di Arab Saudi yang diharapkan dapat mempercepat proses keberangkatan dan kepulangan jemaah.
Rencana ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/04/2026). Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengajukan izin kepada pihak Arab Saudi agar Indonesia memiliki terminal khusus bagi jemaahnya. Secara prinsip, usulan tersebut disebut telah mendapatkan persetujuan.
Terminal ini nantinya akan digunakan khusus oleh jemaah haji Indonesia, sehingga proses kedatangan dan kepulangan dari Tanah Suci bisa berlangsung lebih cepat dan tertata. Selama ini, jemaah Indonesia mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah yang berjarak sekitar 90 km dari Makkah, dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah yang berjarak sekitar 450 km dari Makkah.
Selain rencana terminal khusus, pemerintah juga seddang menyiapkan proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Indonesia saat ini telah memiliki lahan seluas 45 hektare di Kota Suci itu. Di atas lahan itu, akan dibangun berbagai fasilitas untuk mendukung kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah haji, termasuk sejumlah bangunan dan sarana pendukung lainnya.
Upaya peningkatan layanan haji ini juga diiringi dengan rencana kerja sama antara Garuda Indonesia dan Saudia. Presiden mendorong adanya kerja sama atau joint venture antara kedua maskapai tersebut agar operasional penerbangan menjadi lebih efisien. Selama ini, pesawat yang mengangkut jemaah ke Arab Saudi sering kembali dalam keadaan kosong, sehingga dinilai kurang ekonomis. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan pesawat dapat terisi penuh baik saat berangkat maupun pulang.
Baca Juga: Jemaah Waspada! Modus Penipuan Haji 2026 Mulai Bermunculan
Di tengah berbagai rencana tersebut, pemerintahan juga memastikan bahwa biaya haji 2026 akan tetap terjangkau. Presiden menyampaikan bahwa biaya haji direncanakan turun sekitar Rp2 juta, meskipun terdapat tantangan seperti kenaikan harga avtur akibat konflik di Timur Tengah.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji Indonesia ke depan bisa berjalan lebih efektif, efisien, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para jemaah. Mashaallah








