Indonesia Jadi Pengirim Jemaah Umrah Terbanyak Kedua di Dunia, Mengapa Minat Umrah Semakin Tinggi?
- byRiana Kharissa Putri
- 18 Agustus 2026
Indonesia Jadi Pengirim Jemaah Umrah Terbanyak Kedua di Dunia, Mengapa Minat Umrah Semakin Tinggi?
Bagi banyak umat Muslim di Indonesia, umrah bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ada kerinduan untuk melihat Ka’bah secara langsung, beribadah di Masjidil Haram, dan berziarah ke Madinah. Tak heran jika minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan umrah terus terlihat tinggi.
Hal ini kembali terlihat dari data terbaru pada awal musim umrah 1448 H. Indonesia bahkan masuk dalam daftar negara dengan jumlah jemaah umrah terbanyak yang datang ke Arab Saudi.
Indonesia Berada di Posisi Kedua
Menurut data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang dirilis pada 18 Juli 2026, Indonesia menjadi negara asal jemaah umrah terbanyak kedua pada awal musim 1448 H.
Dalam periode sejak 15 Dzulhijjah hingga akhir Muharram 1448 H, sekitar 170.000 jemaah asal Indonesia tercatat datang ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah. Indonesia berada di bawah Pakistan yang mencapai sekitar 200.000 jemaah, sementara Irak berada di posisi ketiga dengan sekitar 130.000 jemaah.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap ibadah umrah. Terlebih, secara keseluruhan jumlah kedatangan dengan visa umrah pada periode tersebut mencapai sekitar 931.500 orang, meningkat 22,5% dibandingkan periode yang sama pada musim sebelumnya.
Mengapa Umrah Semakin Diminati?
Ada banyak alasan yang membuat perjalanan umrah semakin diminati masyarakat. Salah satunya adalah keinginan untuk menjalankan ibadah sekaligus merasakan suasana spiritual di Tanah Suci secara langsung.
Bagi sebagian orang, kesempatan berada di dekat Ka’bah, memperbanyak doa di Masjidil Haram, hingga mengunjungi Masjid Nabawi menjadi pengalaman yang sangat berarti.
Selain itu, perjalanan umrah saat ini juga semakin mudah dipersiapkan. Arab Saudi terus mengembangkan layanan digital dan operasional untuk membantu jamaah sejak merencanakan perjalanan hingga kembali meninggalkan negara tersebut.
Baca Juga : Jangan Asal Pilih Travel Umroh! Kenali Risiko dan Cara Memilih Travel yang Aman
Persiapan Umrah Kini Semakin Terarah
Kemudahan layanan tentu perlu diimbangi dengan persiapan dari calon jemaah. Umrah tetap membutuhkan kesiapan fisik, mental, pengetahuan mengenai manasik, serta perencanaan perjalanan yang matang.
Jamaah juga perlu memahami rangkaian ibadah yang akan dilakukan. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, seseorang tidak hanya datang ke Tanah Suci untuk mengikuti perjalanan, tetapi juga dapat lebih memahami setiap ibadah yang dijalankan.
Persiapan kesehatan juga tidak kalah penting. Aktivitas seperti tawaf, sa’i, dan perjalanan menuju tempat-tempat tertentu membuat jamaah membutuhkan stamina yang baik.
Karena itu, membiasakan pola hidup sehat, menjaga waktu istirahat, serta memperhatikan asupan makanan sejak sebelum keberangkatan bisa menjadi bagian dari ikhtiar.
Indonesia dan Kedekatan Masyarakat dengan Ibadah Umrah
Tingginya jumlah jemaah asal Indonesia juga tidak terlepas dari besarnya populasi Muslim dan kuatnya tradisi masyarakat dalam menjalankan ibadah. Bagi sebagian keluarga, umrah bahkan menjadi salah satu impian yang ingin diwujudkan setelah memiliki kesempatan dan kemampuan.
Keinginan tersebut juga dapat tumbuh dari pengalaman keluarga atau orang-orang terdekat yang sudah pernah berangkat. Cerita tentang suasana Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan pengalaman beribadah di Tanah Suci sering kali membuat semakin banyak orang termotivasi untuk mempersiapkan perjalanan mereka sendiri.
Namun, tingginya minat tidak berarti seseorang harus terburu-buru berangkat. Persiapan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Layanan Umrah Terus Mengalami Perkembangan
Selain meningkatnya jumlah kedatangan, Arab Saudi juga terus melakukan pengembangan layanan untuk jamaah. Kementerian Haji dan Umrah menyebut pengembangan layanan digital dan operasional dilakukan untuk membuat perjalanan umrah lebih mudah, mulai dari tahap perencanaan hingga keberangkatan pulang.
Untuk musim umrah 1448 H sendiri, penerbitan visa dan kedatangan jemaah telah dimulai pada akhir Mei 2026. Jadwal musim tersebut dirancang hingga 2027, dengan batas akhir penerbitan visa pada 9 Maret 2027 dan keberangkatan terakhir jemaah pada 7 April 2027.
Perkembangan ini memberikan pilihan waktu yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan perjalanan umrah dengan lebih matang.
Tingginya Minat Perlu Diiringi Persiapan
Data Indonesia sebagai pengirim jemaah umrah terbanyak kedua pada awal musim 1448 H menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia memang sangat besar. Kenaikan jumlah kedatangan jemaah umrah secara keseluruhan juga memperkuat gambaran bahwa perjalanan ke Tanah Suci tetap menjadi salah satu impian banyak umat Muslim.
Namun, yang tidak kalah penting dari keinginan berangkat adalah bagaimana mempersiapkannya. Mulai dari memahami manasik, menjaga kesehatan, menentukan waktu perjalanan, hingga memilih layanan perjalanan yang sesuai.
Pada akhirnya, umrah bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi juga tentang mempersiapkan diri agar setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang dan penuh makna.
Posisi Indonesia sebagai negara pengirim jemaah umrah terbanyak kedua pada awal musim 1448 H menjadi salah satu bukti tingginya antusiasme masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci. Dengan jumlah sekitar 170.000 jemaah pada periode tersebut, Indonesia hanya berada di bawah Pakistan dalam daftar negara asal jemaah umrah.
Jika Anda juga sedang memiliki niat untuk menunaikan umrah, tidak perlu terburu-buru. Mulailah dari mencari informasi, mempersiapkan kesehatan dan manasik, serta menentukan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai persiapan, jadwal keberangkatan, atau pilihan paket umrah, Anda bisa berkonsultasi dengan Tanya Ummi melalui WhatsApp 08170077070. Semoga langkah kecil dalam mempersiapkan perjalanan ini menjadi awal dari kesempatan untuk berkunjung ke Baitullah.
Kategori
Artikel Lainnya
Saudi Izinkan Akad Nikah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- byNaswa
- 05 Februari 2024




.jpg)



