Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan, Ini Nilai dan Keteladanan yang Bisa Kita Ambil

Masjid Nabawi, Madinah di malam hari. Sumber : Hikmah

Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan, Apa Nilai yang Bisa Kita Ambil?

Setiap kali memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai daerah mulai menghidupkan suasana dengan membaca selawat, mempelajari sirah, hingga mengadakan kajian tentang Rasulullah . Namun, pernahkah kita bertanya, apa yang sebenarnya ingin kita dapatkan dari momentum Maulid Nabi?

Maulid Nabi bukan hanya tentang sebuah acara atau perayaan. Lebih dari itu, momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali mengenal sosok Rasulullah dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal Makna Maulid Nabi

Maulid Nabi secara umum merujuk pada momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad . Di berbagai tempat, umat Islam memperingatinya dengan cara yang berbeda, seperti pengajian, membaca selawat, bersedekah, dan mempelajari perjalanan hidup Rasulullah .

Dalam praktiknya, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai bentuk peringatan Maulid. Karena itu, pembahasannya perlu disikapi dengan bijak dan tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk saling menyalahkan.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai bentuk peringatannya, mengenal kehidupan dan akhlak Rasulullah merupakan hal yang penting bagi setiap Muslim.

Menumbuhkan Kecintaan kepada Rasulullah

Salah satu nilai yang bisa diambil dari momentum Maulid adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah .

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Laqad kāna lakum fī rasūlillāhi uswatun ḥasanah.

Artinya: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa Rasulullah bukan hanya sosok yang kita kenal melalui sejarah, tetapi juga teladan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan mengucapkan selawat, tetapi juga berusaha mengikuti ajaran dan akhlaknya.


Baca Juga : Mengapa Bulan Ramadan Disebut Bulan Penuh Keberkahan? Ini Alasan dan Keistimewaannya bagi Umat Islam


Belajar dari Akhlak Rasulullah

Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, penyayang, sabar, dan senang membantu orang lain. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya, kejujuran dapat diterapkan ketika bekerja maupun berbicara dengan orang lain. Kesabaran dapat dilatih ketika menghadapi masalah. Sementara sikap penyayang dapat diwujudkan dengan memperhatikan keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan.

Jadi, salah satu cara terbaik mengisi momentum Maulid adalah bertanya kepada diri sendiri: akhlak Rasulullah yang mana yang sudah saya terapkan dalam kehidupan?

Memperbanyak Selawat

Momentum Maulid juga bisa menjadi pengingat untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad .

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā’ikatahu yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhalladzīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Selawat tidak harus menunggu acara Maulid. Kita bisa membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah .

Menjadikan Maulid sebagai Momentum Memperbaiki Diri

Hal yang paling penting bukan hanya bagaimana kita memperingati Maulid, tetapi apa yang berubah setelahnya.

Jika sebelumnya kita mudah marah, mari belajar lebih sabar. Jika masih sering berkata kurang baik, mari belajar menjaga lisan. Jika ibadah masih sering ditunda, mari mulai memperbaikinya sedikit demi sedikit.

Dengan begitu, momentum Maulid tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai keteladanan Rasulullah justru terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Meneladani Rasulullah dalam Perjalanan ke Tanah Suci

Kecintaan kepada Rasulullah juga dapat mendorong kita untuk semakin mengenal perjalanan hidup beliau, termasuk perjuangan dakwah di Makkah dan Madinah.

Bagi seorang Muslim, mengunjungi Tanah Suci melalui ibadah umrah dapat menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan sejarah Islam. Berada di Makkah dan Madinah sambil mengingat perjuangan Rasulullah tentu memberikan pengalaman yang berbeda.

Namun, perjalanan tersebut tetap perlu dipersiapkan dengan baik, mulai dari ilmu manasik, kesehatan, hingga kesiapan lainnya.


Baca Juga : Doa Ketika Kena Musibah, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

 

 Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk kembali mengingat sosok Rasulullah , memperbanyak selawat, mempelajari sirah, dan yang paling penting, meneladani akhlaknya.

Jangan sampai Maulid hanya menjadi kegiatan yang berlangsung sehari, lalu dilupakan. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk memperbaiki diri dan semakin dekat dengan ajaran Rasulullah .

Jika keinginan untuk mengenal lebih dekat jejak Rasulullah di Tanah Suci mulai tumbuh, persiapkan perjalanan umrah dengan ilmu dan niat yang baik. Untuk mengetahui persiapan, jadwal keberangkatan, maupun paket umrah yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan Tanya Ummi melalui WhatsApp 08170077070.