Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Nabi Luth dan Azab Kaum Sodam

Kisah Nabi Luth dan Azab Kaum Sodam
Nabi Luth kepada kaum Sodom. Begitulah ia justru mengkhianati suaminya sendiri.

Tak lama kemudian, kaum Sodom datang ke kediaman Nabi Luth. “Hai, Luth, bukalah pintu rumahmu! Serahkan ketiga tamumu kepada kami!” kata mereka.

Di dalam rumah, Nabi Luth resah. Ia mengkhawatirkan keselamatan ketiga tamunya.

“Jangan cemas. Kami ini para malaikat. Kaummu tidak akan bisa mengganggumu. Pergilah beserta keluarga dan pengikutmu di akhir malam dan jangan menoleh ke belakang jika kalian ingin selamat. Azab Allah akan datang untuk kaum Sodom di waktu subuh!” kata para malaikat kepada Nabi Luth.

Mendengar hal tersebut, Nabi Luth merasa lega. Ia kemudian membuka pintu. Seketika, kaum Sodom merangsek masuk.

Kaum Sodom yang mendatangi rumah Nabi Ltuh tiba-tiba tidak dapat melihat. Mata mereka buta.

“Oh ada apa dengan mataku? Kenapa aku tidak bisa melihat?” kata kaum Sodom.

Mereka lantas berjalan pulang dengan meraba-raba. Ternyata para malaikat telah membuat buta mata mereka.

Baca Juga : Kisah Nabi Ibrahim, Dikaruniai Anak Pada Usia 99 Tahun

Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh para malaikat, Nabi Luth beserta keluarga dan pengikutnya pergi meninggalkan negeri Sodom di akhir malam. Istrinya pun turut serta. Azab Allah SWT benar-benar datang. Azab datang di malam hari saat penduduk Sodom tertidur lelap.

Allah SWT menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar. Para penduduk Sodom terbangun dari tidur dan terkejut. Mereka tidak menyangka azab terjadi dengan tiba-tiba. Batu-batu panas berhamburan mengenai mereka. mereka tidak bisa selamat dari azab itu.

Mendengar suara bergemuruh di negeri Sodom, istri Nabi Luth menoleh ke belakang. Ia terperanjat ketakutan melihat batu-batu terbakar menimpa kaum Sodom. Hingga akhirnya ia pun juga terkena azab karena pernah berkhianat kepada Nabi Luth.

Adapun Nabi Luth dan pengikutnya selamat. Mereka kemudian menetap di tempat lain dan membangun kehidupan baru di tempat itu.

Share: