Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Kepedihan Ali Bin Abu Thalib, Hasan dan Husein

Kisah Kepedihan Ali Bin Abu Thalib, Hasan dan Husein

BAITULLAH.CO.ID – Rasulullah sempat mengatakan pada Abu Dzar bahwa
dirinya diusir dari Madinah dan tinggal di tempat sunyi di Rabzah. Keputusan Khalifah Utsman bin Affan membuang Abu Dzar Al-Ghifari ke Rabzah disambut takbir Abu Dzar. Jauh sebelum Rasulullah SAW sempat mengatakan pada Abu Dzar bahwa dirinya akan diusir dari Madinah dan tinggal di tempat sunyi di Rabzah.

Baca Juga: Selamat Hari Guru! 25 Ucapan Penuh Makna Untuk Pahlawan Tanpa Jasa

“Di mana aku akan mati dan akan dikubur oleh sekelompok orang Irak yang menuju Hijaz,” tuturnya. Di sisi lain, para sahabat seperti Ali bin Abu Thalib dan dua putranya: Hasan dan Husein melepas dengan pedih. Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul Karakteristik Perhidup 60 sahabat Rasulullah berkisah sebelum Abu Dzar berangkat tiba-tiba Ali bin Abu Thalib, Hasan, Husain, Aqil, Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Abbas dan Miqdad al-Aswa datang.

“Berhanti! Jangan dulu dudukka dia di unta. Kami harus mengucapkan selamat tinggal padanya,” teriak mereka. Mereka semua menyadari bahwa ini adalah pertemuan terakhir, sebab Utsman memberi larangan bagi siapapun untuk menemui Abu Dzar kemudian hari. Ali berkata,”Wahai Abu Dzar! karena kesarahakan mereka akan dunia ini, dan engkau tidak takut kepada mereka karena imanmu, sampai saatnya tiba ketika mereka mengasingkanmu.

Abu Dzar! setiap jenis masalah datang kepada dia yang saleh, tapi ingatlah bahwa Allah merancang sarana pembebasan yang luas biasa bagi orang yang saleh. Tidak ada yang bisa memberimu penghiburan kecuali ‘kebenaran’. ‘Kebenaran’ akan menjadi temanmu dalam kesepian. Saya tahu bahwa dengan ketidakbenaran dan (sekarang) itu tidak bisa mendekatimu.” Kemudian Ali menyuruh anak-anaknya mengucapkan selamat tinggal kepada Abu Dzar.

setelah mendengar perintah ayahnya, Hasan berkata, “Wahai Pamanku yang tersayang, Abu Dzar, semoga Allah mengasihimu. Kami melihat apa yang sedang dilakukan kepadamu. Hati kami terbakar. jangan khawatir, Allah adalah tuntunanmu dan hanya Dia yang engkau harus miliki sebelum engkau. Wahai paman! Bersabarlah terhadap bencana ini sampai tiba saatnya engkau bertemu dengan kakeku, dia sangat berbahagia untukmu.” Kemudian Husain berkata, “Wahai Pamanku, engkau tidak perlu khawatir karena Allah memiliki kuasa atas segala hal.”

Dia dapat menghapus setiap masalah di mana pun engkau berada. Kemuliaan-Nya luar biasa. Wahai Paman, orang-orang telah membuat hidupmu menderita. Tentu saja engkau tidak peduli. Biarkan dunia berpisah darimu, cepat atau lambat. Aku berdoa kepada Allah untuk memberimu dukungan dan kesabaran. Wahai Paman, tidak ada yang lebih baik dari pada kesabaran. Percayalah kepada Allah, Dial ah yang menyelesaikan segala urusanmu.”

Share:
twitter