Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Nabi Zakariyya Terbunuh dalam Pohon, Akibat Hasutan Iblis

Kisah Nabi Zakariyya Terbunuh dalam Pohon, Akibat Hasutan Iblis

BAITULLAH.CO.ID – Nabi Zakariyya AS, salah satu nabi dari kalangan Bani Israil, dikenal sebagai sosok yang saleh, penuh kasih, dan selalu menyeru umatnya kepada jalan Allah. Beliau mengabdikan hidupnya untuk menyampaikan risalah Allah dan membimbing kaumnya menuju kebaikan. Namun, dakwahnya tidak selalu diterima. Sebagian besar dari kaumnya malah menolak kebenaran dan merencanakan makar terhadap beliau, terutama setelah terhasut oleh tipu daya Iblis.

Baca Juga:Tips Sederhana Membiasakan Diri untuk Berbagi dan Bersedekah

Bani Israil dikenal memiliki sejarah panjang dalam menentang nabi-nabi Allah. Mereka sering kali menganiaya bahkan membunuh para utusan Allah yang diutus untuk membimbing mereka. Nabi Zakariyya AS pun tidak luput dari kejahatan mereka. Iblis yang selalu membisikkan kebencian di hati orang-orang Bani Israil, membuat mereka memandang Nabi Zakariyya sebagai ancaman. 

Kemarahan mereka memuncak ketika Nabi Zakariyya menentang perilaku mereka yang zalim dan melenceng dari ajaran Allah. Mereka merasa terancam oleh dakwah beliau yang menyerukan perbaikan moral dan ketaatan kepada Allah.

Menurut riwayat, Iblis memainkan peran besar dalam mengobarkan permusuhan terhadap Nabi Zakariyya. Ia menyusup ke dalam hati para pemimpin Bani Israil dan membisikkan bahwa Nabi Zakariyya adalah penghalang bagi kekuasaan dan kebebasan mereka. 

"Apa yang akan kalian lakukan terhadap Zakariyya yang selalu mengungkap kesalahan kalian?" bisik Iblis kepada mereka. 

"Bagaimana kami bisa menyingkirkannya?" tanya para pemimpin yang dipenuhi kebencian.
 
"Bunuh dia," jawab Iblis dengan penuh tipu daya, "dan umatmu akan tenang tanpa gangguannya." 

Kaum tersebut akhirnya sepakat untuk menangkap dan membunuh Nabi Zakariyya. Mereka mengejar beliau hingga Nabi Zakariyya melarikan diri ke hutan.

Dalam pelariannya, Nabi Zakariyya berdoa dengan penuh khusyuk kepada Allah SWT agar diselamatkan dari kejahatan kaumnya. Allah SWT menjawab doanya dengan memerintahkan sebuah pohon besar untuk terbuka dan memberikan tempat persembunyian. Nabi Zakariyya masuk ke dalam pohon tersebut, dan pohon itu pun menutup kembali, menyembunyikan beliau sepenuhnya. 

Namun, Iblis tidak tinggal diam. Ia kembali berusaha menggagalkan upaya Nabi Zakariyya untuk selamat. Dalam wujud manusia, Iblis menunjukkan kepada kaum Bani Israil tempat persembunyian Nabi Zakariyya. 

"Dia ada di dalam pohon itu," bisik Iblis. 

"Mana buktinya?" tanya mereka dengan ragu. 

"Potonglah pohon itu, maka kalian akan menemukannya," jawab Iblis dengan tipu daya yang meyakinkan.

Kaum Bani Israil, yang telah dikuasai oleh kebencian, membawa gergaji besar dan mulai memotong pohon yang menyembunyikan Nabi Zakariyya. Ketika gergaji mulai mengenai tubuh Nabi Zakariyya, beliau tetap berzikir kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya.

Riwayat menyebutkan bahwa Nabi Zakariyya memilih untuk tidak berteriak atau meminta pertolongan, karena beliau khawatir jika kaumnya tahu bahwa pohon itu memang tempat persembunyiannya, mereka akan semakin mengolok-olok dan menghina agama Allah. Beliau tetap diam hingga akhirnya beliau wafat dengan sabar dan tawakal di jalan Allah.
 
Kisah Nabi Zakariyya memberikan pelajaran mendalam tentang kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian. Beliau menunjukkan bahwa seorang nabi sekalipun tidak lepas dari penderitaan dan pengorbanan demi mempertahankan kebenaran. Selain itu, kisah ini mengingatkan kita akan bahaya tipu daya Iblis yang selalu berusaha memecah belah dan menyesatkan manusia. 
 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: 
"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat, dan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan." (QS. Al-Ahzab: 57) 

Baca Juga: Kisah Menyentuh Akhir Hayat Fatimah Az-Zahra, Tamu Rasulullah di Alam Akhirat

Meski Nabi Zakariyya AS wafat di tangan kaumnya, beliau telah meninggalkan teladan mulia bagi umat manusia untuk selalu istiqamah dalam menghadapi cobaan dan senantiasa mengutamakan keimanan kepada Allah SWT di atas segalanya.

Share:
twitter