Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kenapa Haji Hanya Wajib Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasan Lengkapnya dari Sisi Syariat dan Sejarah

Tenda Mina untuk jemaah haji, Foto-Pinterest-muslimah nur

BAITULLAH.CO.ID - Setiap Muslim pasti pernah mendengar bahwa haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa?Bukankah semakin sering kita berhaji, semakin baik? Kenapa bukan setiap tahun seperti shalat atau puasa? Faktanya, ketentuan ini bukan tanpa alasan. Islam sebagai agama rahmat sangat memperhatikan kondisi dan kemampuan umatnya. Yuk, kita gali lebih dalam alasannya dari sudut pandang syariat, sejarah Rasulullah SAW, dan juga hikmahnya bagi kehidupan kita hari ini.

Baca Juga: Kabah Itu Bukan Berhala! Islam Tidak Menyembah Kabah, Jangan Salah Paham!

 

Pertama-tama, mari lihat landasan hukumnya. Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Kata “mampu” di sini meliputi kemampuan finansial, fisik, dan keamanan perjalanan. Tapi, uniknya, ibadah ini hanya diwajibkan sekali saja.

Rasulullah SAW pernah ditanya, “Apakah haji itu wajib setiap tahun?” Beliau menjawab, “Jika aku katakan ya, maka akan menjadi wajib setiap tahun, dan kalian tidak akan mampu.” (HR. Muslim)

Jawaban ini mengandung makna penting yaitu agama Islam tidak ingin memberatkan. Allah SWT berfirman, “Dan Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan bagi kalian.” (QS. Al-Hajj: 78)

Haji bukan sekadar perjalanan spiritual. Ia menuntut persiapan matang, pengorbanan fisik, waktu, hingga harta. Maka, menjadikannya hanya wajib sekali seumur hidup adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya.


Haji Menurut Pala Ulama

Lebih jauh lagi, para ulama menjelaskan hal ini dengan sangat rinci. Dalam kitab Mughnil Muhtaj karya Asy-Syarbini, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW hanya menunaikan haji satu kali setelah kewajiban haji turun, yaitu Haji Wada. Bahkan, ketika ada yang bertanya, “Apakah haji ini hanya untuk tahun ini atau selamanya?” Nabi menjawab, “Selamanya.”

Begitu pula Syekh Sulaiman Bujairimi dalam Bujairimi 'alal Khatib menegaskan bahwa haji dan umrah hanya diwajibkan sekali karena bentuk rahmat dari Allah. Tingginya tingkat kesulitan pelaksanaan haji dan umrah, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh, berbeda dengan shalat, puasa, atau zakat.


Sejarah Rasulullah SAW

Sekarang, mari kita lihat dari sisi sejarah Rasulullah SAW. Mengapa Nabi hanya berhaji satu kali? Bukankah beliau adalah panutan utama dalam menjalankan ibadah. Jawabannya ada dalam peristiwa Haji Wada. Rasulullah SAW menunaikan haji pertama dan terakhirnya pada tahun 10 Hijriah. Perjalanan ini diikuti lebih dari seratus ribu umat Muslim, menjadikannya peristiwa terbesar di masa itu. Selama Haji Wada, Rasulullah SAW menyampaikan khotbah terakhirnya yang penuh makna. Salah satu potongan pesannya yang paling mengharukan adalah:

"Dengarlah kata-kataku, karena sesungguhnya aku tidak tahu, barangkali aku tidak akan bertemu lagi dengan kamu sekalian setelah tahun ini di tempat ini untuk selama-lamanya."

Tidak lama setelah haji ini, Rasulullah SAW wafat. Sehingga, secara historis, inilah alasan mengapa beliau hanya sempat berhaji satu kali. Dan inilah haji yang menjadi contoh utama bagi umat Islam hingga kini.


Lalu, apakah boleh seseorang berhaji lebih dari satu kali? Tentu boleh, bahkan sangat dianjurkan jika seseorang memiliki kemampuan lebih. Namun, setelah haji pertama, statusnya bukan lagi wajib, melainkan sunnah. Artinya, tak ada dosa bila tidak dilakukan lagi, tapi tetap berpahala jika dilakukan. Haji sunnah ini juga menjadi sarana untuk memperbanyak amal ibadah. Tapi, penting juga untuk diingat, memberi kesempatan kepada mereka yang belum berhaji jauh lebih utama di tengah panjangnya antrean haji saat ini. Dalam hal ini, nilai keadilan dan pemerataan kesempatan menjadi sangat terasa.


Kesimpulannya, haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup karena pertimbangan syariat, kasih sayang Allah, dan sejarah Nabi Muhammad SAW sendiri. Islam tidak ingin membebani umatnya. Justru, dengan kewajiban sekali ini, setiap Muslim diajak untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

Setelah itu? Ruang untuk berbuat baik masih terbuka lebar. Maka, bagi yang belum berhaji, semoga segera dimampukan. Dan bagi yang sudah, mari isi sisa hidup kita dengan amal shalih lainnya. Karena dalam Islam, setiap langkah menuju kebaikan selalu dicatat sebagai pahala.

"Barang siapa menunaikan ibadah haji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat kefasikan, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

MasyaAllah, semoga kita semua diberikan kesempatan menunaikan haji dan menjadikannya sebagai momen perubahan hidup menuju jalan yang lebih dekat dengan-Nya.

twitter