Gunung Kawi Kembali Ramai Dibahas, Apakah Meminta kepada Selain Allah Termasuk Syirik?
- byNaswa
- 03 Juli 2026
CERITABAITULLAH - Belakangan ini, nama Gunung Kawi kembali ramai dibahas di media sosial. Tempat ini sering dikaitkan dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat, mulai dari mencari keberkahan, perlindungan, hingga jalan pintas untuk memperoleh rezeki.
Terlepas dari berbagai cerita tersebut, fenomena ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali memahami ajaran tauhid. Sebab, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk meyakini bahwa segala bentuk perlindungan, pertolongan, dan rezeki hanya datang dari Allah SWT. Lalu, bagaimana sebenarnya Islam memandang seseorang yang meminta kepada selain Allah?
Hanya Allah Tempat Memohon Pertolongan
Dalam Islam, seorang Muslim diperintahkan untuk hanya menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)
Ayat ini menjadi dasar bahwa segala bentuk ibadah, doa, dan permohonan pertolongan yang bersifat gaib hanya ditujukan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Tradisi Pencucian Kabah Setiap 15 Muharram, Begini Prosesi dan Makna Spiritualnya
Apakah Meminta kepada Selain Allah Termasuk Syirik?
Syirik adalah menyekutukan Allah, yaitu memberikan bentuk ibadah kepada selain-Nya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa: 48)
Karena itu, apabila seseorang meyakini bahwa ada selain Allah yang mampu memberikan perlindungan, rezeki, atau pertolongan dalam perkara gaib dengan kekuasaan sendiri, maka keyakinan tersebut bertentangan dengan ajaran tauhid.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak setiap orang yang datang ke suatu tempat memiliki tujuan yang sama. Ada yang datang untuk wisata, mengenal sejarah, atau sekadar berziarah. Islam mengajarkan kita untuk tidak mudah menghakimi niat seseorang, melainkan fokus memperbaiki akidah diri sendiri.
Rezeki Sudah Dijamin oleh Allah SWT
Keinginan memiliki kehidupan yang lebih baik adalah hal yang wajar. Namun, Islam mengajarkan bahwa rezeki tidak diraih melalui jalan yang bertentangan dengan syariat.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
"Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh." (QS. Adz-Dzariyat: 58)
Karena itu, ikhtiar terbaik adalah bekerja dengan cara yang halal, memperbanyak doa, bersedekah, dan bertawakal kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW Juga Mengingatkan tentang Bahaya Syirik
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka." (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar dosa syirik dalam Islam. Oleh sebab itu, setiap Muslim hendaknya menjaga kemurnian tauhid dengan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam setiap urusan kehidupan.
Baca Juga: Meluruskan Sejarah: Mengungkap Fakta Makam di Masjid Jami Al-Mamur Tanah Abang
Jadikan Momentum Ini untuk Memperkuat Tauhid
Ramainya pembahasan tentang Gunung Kawi bisa menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin berhati-hati dalam menjaga akidah. Sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa hanya Allah SWT yang Maha Memberi Rezeki, Maha Melindungi, dan Maha Mengabulkan doa. Apa pun ikhtiar yang dilakukan, pastikan semuanya tetap berada di jalan yang diridhai-Nya.
Semoga Allah SWT menjaga hati kita agar tetap istiqamah dalam tauhid, menjauhkan kita dari segala bentuk syirik, serta melimpahkan rezeki yang halal, berkah, dan penuh kebaikan. Aamiin.






.jpg)

