Kisah
Kisah Nabi Ismail yang Hendak Disembelih oleh Nabi Ibrahim, Berubah Menjadi Seekor Kambing
- byNaswa
- 28 Februari 2024

Kisah Nabi Ismail yang Hendak Disembelih oleh Nabi Ibrahim, Berubah Menjadi Seekor Kambing
Sebelum menyembelih, Nabi Ibrahim bertanya kepada Ismail,
“Wahai anakku, bagaimana pendapatmu tentang perintah Allah ini?”
Ismail menjawab, “Laksanakan perintah Allah, wahai Ayah, InsyaAllah engkau dapati aku sebagai orang yang sabar.”
Ismail pun mengajukan 5 syarat sebelum ia disembelih, yaitu ia meminta pakaiannya dibuka agar tidak terkena darah dan diberikan kepada ibunya sebagai kenang-kenangan.
Ia juga meminta agar tangan dan kakinya diikat agar ia tidak meronta-ronta saat disembelih.
Selain itu, ia meminta agar wajahnya dipalingkan membelakangi ayahnya dan meminta ayahnya untuk menggulung lengan bajunya agar tidak terkena cipratan darah.
Lalu, detik yang ditunggu pun tiba. Nabi Ibrahim menempelkan pisaunya yang sudah diasah ke leher Ismail. Pada kesempatan pertama, ia menyayat leher Ismail dengan sungguh-sungguh.
Akan tetapi, tak ada yang terjadi. Pisaunya seakan tumpul. Nabi Ibrahim lalu mengulanginya beberapa kali dan hasilnya tidak berbeda. Malaikat yang menyaksikan juga terdiam seribu bahasa.
Dalam situasi genting itu, Ismail lalu memohon kepada ayahnya agar membuka ikatan tangan dan kakinya serta menghadapkan wajahnya ke langit.
Setelah melakukan apa yang diminta sang anak, Nabi Ibrahim mencoba lagi untuk menyembelih Ismail. Namun anehnya, tidak ada yang terjadi seolah leher anaknya kebal terhadap benda tajam.
Karena lelah dan tidak tahu harus bagaimana lagi, Nabi Ibrahim melemparkan pisaunya. Pisau jatuh mengenai batu besar dan batu itu terbelah menjadi dua.
Saat itu, qodarullah pisau tersebut dapat berbicara bahwa ia diperintah Allah SWT untuk tidak melukai leher Ismail.
Inilah yang menyebabkan leher Ismail tidak tergores. Melihat hal tersebut, para Malaikat pun bertakbir.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Nabi Ibrahim pun menjawab takbir para malaikat dengan mengucapkan:
Laa ila ha illallahu wallahu akbar
Nabi Ismail yang juga masih tak percaya dengan apa yang terjadi turut berucap takbir dan tahmid:
Allahu akbar walillahil hamd
Itulah takbir yang kita kenal dan selalu dilantunkan ketika beribadah haji, umroh, serta berhari raya.
Pada saat itu, Allah SWT memerintahkan Jibril untuk mengambil kibas yang dahulu dikurbankan oleh Habil, anak Nabi Adam. Kibas tersebut sebagai kurban pengganti Ismail.
Peristiwa tersebut berakhir bahagia dan menjadi sejarah fenomenal yang terus dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia ketika hari raya Idul Adha. Dalam kejadian tersebut, Allah SWT memberikan hikmah bahwa manusia tidak layak dikorbankan dan ditumpahkan darahnya. Sebaliknya, dengan berkurban, manusia mengurbankan hawa nafsunya seperti yang ada dalam binatang yang tersebut.
Baca Juga : Kisah Nabi Ismail dan Siti Hajar, Asal Usul Air Zam-zam
Melihat kedekatan Nabi Ibrahim dan Ismail, kita juga dapat mengambil pelajaran bagaimana membesarkan anak yang penuh dengan keimanan kepada Allah SWT Dalam surah Ash shaffat ayat 100, Allah mengabadikan doa Nabi Ibrahim yaitu meminta diberikan anak yang sholih.