
Dua Waktu Ditutupnya Pintu Taubat dan Mengapa Harus Segera?
BAITULLAH.CO.ID – Taubat adalah salah satu anugerah terbesar dari
Allah SWT bagi umat manusia. Allah membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Namun, kesempatan ini tidak tersedia selamanya. Ada dua waktu penting di mana pintu taubat akan ditutup selamanya.
Baca Juga: Aturan Khusus Wanita Selama di Masjidil Haram dan Nabawi, yang Dikeluarkan Saudi!
Allah SWT bagi umat manusia. Allah membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Namun, kesempatan ini tidak tersedia selamanya. Ada dua waktu penting di mana pintu taubat akan ditutup selamanya.
Baca Juga: Aturan Khusus Wanita Selama di Masjidil Haram dan Nabawi, yang Dikeluarkan Saudi!
Dua Waktu Ditutupnya Pintu Taubat
1. Saat Nyawa Sudah Sampai di Tenggorokan
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum nyawanya sampai di tenggorokan." (HR. Tirmidzi)
Kisah Firaun menjadi pelajaran besar dalam hal ini. Saat ia hendak tenggelam di Laut Merah, ia menyatakan keimanannya:
آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Aku beriman bahwa tiada Tuhan selain yang diimani oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Namun, imannya tidak diterima karena sudah terlambat, nyawanya telah sampai di tenggorokan.
2. Saat Matahari Terbit dari Barat
Ini adalah tanda besar datangnya hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا، فَذَاكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا...
"Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari barat. Saat itu, semua yang melihatnya akan beriman. Namun, keimanan itu tidak lagi bermanfaat bagi yang sebelumnya tidak beriman atau tidak berbuat kebaikan dalam keimanannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah SWT juga mengingatkan dalam Al-Qur'an:
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya." (QS. Al-An’am: 158)
Rasulullah SAW menggambarkan luasnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang bertaubat:
إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ بِالْمَغْرِبِ بَابًا عَرْضُهُ مَسِيرَةُ سَبْعِينَ عَامًا، لَا يُغْلَقُ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
"Sesungguhnya Allah telah membuat sebuah pintu di sebelah barat yang luasnya sejauh perjalanan 70 tahun. Pintu itu tidak akan ditutup selama matahari belum terbit dari barat." (HR. Tirmidzi)
Ini menunjukkan betapa Allah senang pada hamba-Nya yang bertaubat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ وَجَدَ ضَالَّتَهُ بِالصَّحْرَاءِ
twitter
Artikel Terkait