Cerita Baitullah Kumpulan artikel-artikel islami untuk kamu baca dan menambah wawasan dalam mengenal islam.

Kisah Al-Qamah, Sahabat Nabi yang Ahli Ibadah tapi Durhaka pada Ibunya

Ilustrasi Al-Qamah sahabat Rasulullah SAW, sumber: Freepik

BAITULLAH.CO.ID - Ada salah satu sahabat Rasullah yang sangat taat ibadah khususnya shalat, namanya Al-Qamah. Ketika saat shalat berjaamah, Al-Qamah selalu menempati saf terdepan, karena itu banyak orang yang memuji kesalehan dirinya. Dilansir dari detikhikmah, kisah ini diceritaka oleh Syamsuddin Abu’Abdillah Adz-Dzahabi dalam kitab al-Kabair. Sahabat rasul ini disebut sebagai pria yang mempunyai akhlak mulia, dirinya bahkan sangat sayang kepada sang Ibu.

Tetapi sangat disayangkan, setelah menikah dengan sang pujaan hati perhatian dan kasih sayang Al-Qamah kepada sang ibunya berkurang. Bahkan setelah ayahnya wafat Al-Qamah selalu memastikan kebutuhan sang ibu tercukupi dengan baik. Sang ibu merasa kecewa hanya bisa terdiam dan mengubur perasaannya. Sampai dimana ibunya mendengar kabar bahwa Al-Qamah menderita sakit dan saat itu kondisinya memburuk setiap hari.

Baca Juga: 4 Doa Orang yang Terdzalimi agar Hati Kembali Tenang

 

Para sahabat berjaga-jaga, khawatir Al-Qamah ini akan wafat. Mereka bergantian menjaga Al-Qamah sambil melantunkan kalimat syahadat, "Laa ilaaha illallaah ..." ketika melihat Al-Qamah dengan keadaan sakaratul maut. Sangat disayangkan Al-Qamah tidak bisa mengucap kalimat syahadat yang dilantunkan oleh para sahabat, lidah Al-Qamah bahkan bergetar sehingga sulit mengucap syahadat. Padahal semasa hidupnya ia merupakan seorang muslim yang sangat taat. 

Hingga akhirnya, Rasulullah SAW mendengar berita ini, beliau datang dan menyuruh sahabat lainnya untuk menjemput ibu Al-Qamah. Sesampai disana, Rasulullah SAW bertanya kepada ibu Al-Qamah, “Apa tingkah Al-Qamah yang memberatkan dirinya ini? Jika ada dosa terhadap ibu sendiri, apa perlu dimaafkan,"

Saat ditanya sang ibu menjawab, bahwa Al-Qamah merupaka anak yang baik dan sangat taat kepada Allah SWT. Lalu ia menceritakan keadaan Al-Qamah setelah berumah tangga dan kurang memperhatikan dirinya lagi. "Saya ini sedih, ya rasul, sesudah ia berumah tangga sangat kurang perhatiannya kepada saya, sebab itu saya tidak memaafkannya," kata ibu Al-Qamah.

Kemarahan sang ibulah yang membuat Al-Qamah tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat. Lalu Rasulullah SAW menyuruh para sahabat untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak, supaya Al-Qamah dibakar saja. Lantas sang ibu tidak tega lalu berkata, “ "Wahai rasul, dia itu anakku. Hatiku tetap tak tega melihatmu membakar tubuhnya. Apalagi dilakukan di depan mataku sendiri,"

"Wahai ibunda Al-Qamah, azab Allah itu lebih berat dan lebih kekal. Jika kau ingin Allah mengampuninya, maka ridai dia. Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, salat, puasa, dan sedekah Al-Qamah tidak ada manfaatnya selama engkau masih murka kepadanya," balas Rasulullah SAW.

Setelah mendengar ucapan Rasulullah SAW, ibunda Al-Qamah memaafkan perilaku kurang baik anaknya. Saat itu juga, Al-Qamah bisa mengucapkan kalimat tauhid sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. 


Kita bisa belajar dari kisah ini, betapa pentingnya ridho sang ibu dan kata memaafkan atas perilaku kita yang menyakiti mereka. Bahkan dalam hadist, Rasululla SAW bersabda: "Tidak seorang hamba pun yang dianugerahi rezeki oleh Allah kemudian dia tidak menunaikan hak kepada kedua orang tuanya, kecuali Allah menghapuskan amal baiknya dan menyiksanya dengan siksa yang pedih,"

Semoga kisah ini memberikan kita pelajaran, sayangi orang tua kita selagi mereka masih ada dan doakan mereka jika sudah tidak ada. 

Umroh keluarga lebih hemat di baitullah.co.id! Banyak pilihan travel terpercaya, harga terjangkau dengan faslitas bintang 5

twitter